Cara Lulusan MBA dari Inggris Selamatkan Masa Depan Anak di Lapas
- Dokumentasi Punya Harapan
VIVA – Anak-anak merupakan masa depan bangsa. Masa depan mereka masih panjang dan, walau pernah terlibat dalam kenakalan bahkan tindak pidana, mereka masih bisa dibentuk untuk berubah menjadi pribadi-pribadi yang baik. Tak hanya itu, bila memiliki kesempatan, apa yang mereka lakukan nanti bisa berdampak positif bagi masyarakat dan diri mereka sendiri.
Keyakinan itu lah yang dimiliki sekelompok milenial yang merasa beruntung telah dibekali pendidikan yang memandai, baik dari luar dan di dalam negeri, dan mengerahkan komitmen dan kemampuan yang mereka punya untuk membantu anak-anak yang tengah mendekam di tahanan untuk memulihkan masa depan. Jangan sampai anak-anak itu malah terjerumus dan dijauhi masyarakat akibat perbuatan buruk yang telah mereka lakukan, namun justru bisa mengubah nasib mereka sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa dampak yang baik bagi banyak orang.
Para milenial ini tergabung dalam suatu lembaga swadaya masyarakat bernama Punya Harapan. Fokus mereka saat ini adalah membantu ratusan anak yang tengah mendekam di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, yaitu tempat penahanan bagi mereka yang terlibat dalam kejahatan di bawah umur.Â
Adalah Andress Hamenda yang menginisiasi gerakan Punya Harapan itu. Bersama rekan-rekannya, Andress selama 19-23 November lalu menggelar pelatihan kewirausahaan dan bahasa Inggris. Pesertanya adalah 116 remaja/pemuda di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang.
Sebelumnya, Andress dan kawan-kawan juga mengadakan pelatihan serupa di LPKA Tomohon (Sulawesi Utara) pada bulan Agustus 2018. "Kami perluas program ini di Indonesia bagian timur, yaitu Kota Tomohon dan Mataram, dan di Kota Tangerang, Banten," ungkap Andress kepada VIVAnews.Â
Dia mengakup program pelatihan itu terinspirasi saat menimba ilmu di Inggris. Selama 2015-2016 Andress mendapat beasiswa dari pemerintah Inggris, yaitu Chevening, untuk meneruskan jenjang S-2.
Andress memilih jurusan MBA (Master of Business Administration) di suatu universitas bergengsi di Kota London. Namun inspirasi untuk membantu bagi sesama dia dapatkan saat berkesempatan mengunjungi kompleks penjara Huntercombe Prison di wilayah Oxfordshire Oktober 2016. Â Â Â Â Â Â Â Â
Dia tidak saja berkunjung, namun juga Education Manager dan Deputy Manager Huntercombe Prison. "Di sana mereka memiliki program pelatihan bagi penghuni lapas yang masih di bawah umur sehingga saat kembali ke masyarakat tidak lagi terjerumus lagi kepada kejahatan. Ini yang menjadi inspirasi bagi saya dan rekan-rekan," tutur Andress.