Minat Tenis dan Padel Meledak, HIPMI Jaya Siap Kembangkan Ekosistem Olahraga

Jaya Tennis Championship 2026
Sumber :
  • istimewa

VIVA – HIPMI Jaya resmi melantik 16 anggota Badan Semi Otonom (Basnom) HIPMI Jaya Tennis Club di Istana Sahid, Kamis 28 Agustus 2025.

Alexander Chang Juara UTR Pro Tennis Tour Bali, Petenis Muda Indonesia Tampil Menjanjikan

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum HIPMI Jaya, Ryan Haroen, ini menandai babak baru bagi komunitas tenis sekaligus meningkatnya minat investasi di olahraga raket yang semakin populer di kalangan anak muda.

Ketua Basnom HIPMI Jaya Tennis Club, Asa Dahlan, menegaskan peran Basnom tidak hanya sebatas wadah berolahraga dan berjejaring, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi anggota.

Bantahan Stafsus soal Kabar Gibran Main Padel saat Jakarta Dikepung Demo


“Sebagai organisasi pengusaha, Basnom bukan hanya untuk sehat dan networking, tapi juga membantu anggota memperoleh keuntungan dari olahraga tenis,” jelas Asa.

Dalam diskusi panel yang digelar usai pelantikan, CEO Gelora, Diby Satari, menekankan bahwa bisnis olahraga raket tidak berhenti pada pembangunan lapangan semata. Menurutnya, ekosistem tenis dan padel bertumpu pada tiga hal: komunitas, ekonomi, dan teknologi.

Indonesia Jadi Penonton, Petenis Amerika Kuasai Final Men’s World Tennis Championship


“Selain lapangan, peluang besar ada di apparel, equipment, akademi, hospitality, hingga event. Teknologi pun mulai masuk, bahkan kini ada fitur rekaman video highlights pertandingan hanya dengan sekali pencet. Tapi yang utama tetap komunitas, karena dari situlah ekosistem ini tumbuh besar,” ujar Diby.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Badan Otonom Pasar Modal BPD HIPMI Jaya, Karaeng Raja Adjie. Ia menyebut padel menjadi gerbang baru pertumbuhan tenis di Indonesia.


“Data September 2024 menunjukkan ada 133 court padel di Indonesia. Setahun kemudian, Agustus 2025, Jakarta saja sudah punya 184 court. Lonjakannya hampir 680 persen. Artinya, meski Bali sudah saturated, Jakarta dan kota-kota kedua masih blue ocean. Padel ini gateway ke tenis, sehingga pertumbuhan tenis bisa eksponensial, bukan linear,” jelas Adjie.

Dari perspektif makroekonomi, Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Ekonomi BPD HIPMI Jaya, Edlin Prabawa, menilai transformasi industri olahraga kini bersifat struktural.


“Health and wellness sudah berevolusi dari sekadar aspirasi menjadi mainstream consumer trend yang memengaruhi diet, fashion, hingga leisure. Sama seperti e-commerce dan digital payment satu dekade lalu, tren ini akan membuka lebih banyak peluang kompetisi amatir dan memperkuat industri olahraga,” ungkap Edlin.

Selain peluang, aspek kehati-hatian bisnis juga menjadi perhatian. Head of SME Bureau Credit Bureau Indonesia (CBI), Tiffany Octaviana, mengingatkan pengusaha muda agar tidak tergesa-gesa dalam bermitra hanya karena melihat potensi keuntungan.


“Jangan jalani bisnis berdasarkan potensi saja, tapi juga hal-hal yang bisa diverifikasi. Kalau calon partner saja tidak mau memberikan data, lebih baik jangan bermitra. Bisnis itu jangka panjang, jangan sampai persahabatan rusak karena salah memilih mitra,” tegas Tiffany.

Ia menjelaskan CBI telah menyediakan dashboard terintegrasi untuk memeriksa rekam jejak keuangan calon mitra. Sistem ini kini sudah digunakan lebih dari 150 institusi keuangan dan diakui Kementerian UMKM.

Dengan pelantikan ini, HIPMI Jaya Tennis Club siap melangkah lebih jauh. Selain menggelar Jaya Tennis Community Open 2026, wadah ini juga diharapkan menjadi pusat kolaborasi bagi pengusaha muda dalam membangun ekosistem olahraga berbasis komunitas.

Perpaduan antara peluang bisnis, tren kesehatan, dan prinsip kehati-hatian dalam bermitra diharapkan mampu mendorong tenis dan padel tumbuh beriringan sekaligus memperluas jejaring dunia usaha.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya