Petarung UFC Paling Dibenci Paddy Pimblett

Justin Gaethje vs Paddy Pimblett di UFC 324.
Sumber :
  • Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS

VIVA – Petarung UFC asal Inggris, Paddy Pimblett, melontarkan pernyataan pedasnya terhadap salah satu rival di divisi lightweight.

img_title Benjamin Netanyahu Jadi Orang yang Paling Ingin Dihadapi Bilal Hasan

Usai meraih kemenangan impresif atas Benoit Saint-Denis pada UFC 329 lewat kemenangan TKO di ronde pertama, nama Pimblett semakin diperhitungkan sebagai penantang serius di kelas ringan UFC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik performa gemilangnya, Pimblett ternyata masih menyimpan rasa tidak suka terhadap sejumlah petarung UFC. Selama ini publik mengira rival terbesarnya adalah mantan juara kelas featherweight dan lightweight, Ilia Topuria, yang sudah terlibat perang komentar dengannya sejak 2021.

img_title 7 Pertarungan untuk Bilal Hasan Jadi Raja UFC

Akan tetapi, Pimblett justru mengungkap ada satu nama lain yang lebih ia benci dibanding Topuria, yakni Arman Tsarukyan.

Dalam perbincangan di kanal YouTube milik juara interim kelas berat UFC, Tom Aspinall, Pimblett tanpa basa-basi melontarkan kritik tajam kepada petarung berdarah Armenia-Rusia tersebut.

img_title Bilal Hasan Bikin Legenda UFC Kagum

Menurut Pimblett, Tsarukyan merupakan sosok yang terlalu dimanjakan oleh latar belakang keluarganya yang kaya raya.

"Dia tipe orang yang merasa bisa mendapatkan apa saja karena keluarganya punya banyak uang. Semua terasa mudah baginya sejak kecil," kata Pimblett.

Diketahui, ayah Arman Tsarukyan, Nairi Tsarukyan, merupakan seorang pengusaha sukses dengan kekayaan yang disebut mencapai lebih dari 100 juta poundsterling.

Namun, bukan hanya soal kehidupan pribadinya yang disorot Pimblett. Ia juga mengkritik perjalanan karier Tsarukyan di UFC.

Pimblett menuding Tsarukyan sengaja menghindari pertarungan-pertarungan sulit. Salah satunya ketika batal menghadapi Islam Makhachev dalam duel perebutan gelar juara dunia kelas ringan pada awal tahun lalu.

Menurut Pimblett, alasan cedera punggung yang disampaikan Tsarukyan hanyalah dalih karena gagal memenuhi batas berat badan.

"Dia mundur dari pertarungan melawan Islam dengan alasan cedera punggung. Padahal menurut saya, dia hanya gagal mencapai berat badan," ujarnya.

Tak berhenti di situ, Pimblett juga menyebut Tsarukyan sempat menolak menghadapi Mateusz Gamrot, sebelum akhirnya memilih duel melawan Dan Hooker, yang dinilainya lebih menguntungkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, ia menganggap kemampuan grappling Tsarukyan tidak seistimewa yang selama ini dibicarakan banyak orang.

"Saya melihat pertarungannya dan berpikir, kalau saya berhasil mengunci guillotine, dia pasti akan pingsan," ucap Pimblett.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut