Curi Perhatian di Thailand Masters, Rayhan/Rahmat Masih Perlu Proses

Ganda putra Indonesia Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat
Sumber :
  • PBSI

VIVA Sport – Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi menilai performa pasangan Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat masih butuh lebih banyak waktu dan proses supaya lebih matang saat tampil pada turnamen level atas.

img_title Amri/Nita Rasakan Perubahan di Bawah Nova Widianto, Siap Bikin Kejutan di Asian Games 2026

Penilaian tersebut diungkap pelatih berjuluk coach Naga Api itu usai melihat kinerja anak asuhnya setelah tersingkir pada babak perempatfinal Thailand Masters 2023 di Bangkok, Jumat 3 Februari 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Agar bisa bersaing dengan pemain-pemain papan atas, Rayhan/Rahmat butuh waktu dan proses," kata Herry lewat informasi resmi PP PBSI di Jakarta.

img_title Zaki Ubaidillah Bicara Beban Debut di Asian Games 2026: Ada Target Emas di Beregu Putra

Penampilan ganda putra peringkat ke-84 itu dinilai sudah cukup baik oleh Herry, bahkan mereka mampu melaju hingga babak perempat final sebelum menemui hambatan kala bertemu senior mereka.

Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi

Photo :
  • PBSI

img_title Ketum PBSI Sebut Bonus Rp3 Miliar dari Prabowo Tambah Semangat Atlet di Asian Games

Pada pertandingan babak delapan besar melawan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di Nimibutr National Stadium, Rayhan/Rahmat harus mengakui keunggulan seniornya dengan skor akhir 16-21, 21-16, 15-21 setelah berjuang selama 44 menit.

"Tapi bermain di Thailand Masters ini saya melihat mereka sudah cukup baik. Hanya memang masih banyak yang perlu ditingkatkan lagi," tutur Herry.

Berdasarkan evaluasi yang ia lakukan terhadap Rayhan/Rahmat, penampilan mereka pada turnamen berlevel BWF Super 300 itu tergolong baik. Hal demikian berbeda ketika mereka bermain di kandang sendiri pekan lalu.

"Kalau melihat di Indonesia Masters, mereka tidak bisa bermain normal dan under performed," ungkap Herry.

Menurutnya, ketidakmampuan Rayhan/Rahmat dalam Indonesia Masters terjadi karena adanya rasa tegang yang terlampau tinggi. Berada pada lapangan dengan level kejuaraan tinggi serta dilihat oleh pendukung membuat mereka grogi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada ketegangan karena pertama kali bermain di level kejuaraan yang tinggi, di Istora pula dengan dukungan tuan rumah yang begitu besar," kata Herry menambahkan.

Setelah terhenti di Bangkok, tim pelatih ganda putra dipastikan akan kembali mengevaluasi kekurangan Rayhan/Rahmat agar bisa tampil lebih matang pada turnamen mendatang. (Ant)
 

Ganda putra Indonesia Leo/Daniel sukses merebut gelar juara BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026

Modal Kalahkan Ganda Nomor 1 Dunia, Leo/Daniel Bidik Hasil Lebih Baik di Asian Games 2026

Leo/Daniel membawa misi memperbaiki hasil Asian Games 2022. Modal kemenangan atas ganda nomor satu dunia menjadi bekal menuju Asian Games 2026 di Jepang.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut