Hamdan Zoelva

profil tokoh Hamdan Zoelva
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Hamdan Zoelva lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 21 Juni 1962  dari pasangan TG. KH. Muhammad Hasan, BA dan Hj. Siti Zaenab.

img_title Giliran Hamdan Zoelva Disebut di Kasus Suap Patrialis Akbar

Dia dibesarkan dalam lingkungan agama yang kuat. Bapaknya adalah seorang tuan guru pendiri Pesantren Al-Mukhlis di Bima. Masa pendidikan SD hingga menengah, ia selesaikan di  Bima, NTB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada usia 18 tahun, Hamdan Zoelva merantau ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Pertama kali sampai di sana, dia mendaftar dan kuliah di Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Di sini dia hanya sampai sarjana muda.

img_title Penyidikan Kasus Bupati Buton, KPK Periksa Hamdan Zoelva

Setelah itu, ia melanjutkan kuliahnya ke Universitas Hasanuddin Makassar dan lulus sebagai sarjana penuh bidang Ilmu Hukum Internasional.

Berbekal gelar Sarjana Hukum dalam usia 24 tahun, dia mulai mencari pekerjaan. Hamdan mulai mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Makasar.

img_title Mantan ketua MK: Hukuman Kebiri Harus Segera

Tidak lama menekuni menjadi dosen, Hamdan Zoelva tertarik menjadi advokat seperti ilmu yang dimilikinya. Dia kemudian hijrah ke Jakarta untuk menjadi asisten pengacara di kantor pengacara ternama OC Kaligis.

Di tengah kesibukannya menjadi pengacara, pada tahun 1998, dia mencoba masuk dunia politik. Di awal Era Reformasi tersebut, ia bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB), bentukan Yusril Ihza Mahendra.

Karier politiknya naik saat ia terpilih menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004. Dia menjadi sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Namun, pada pemilu berikutnya, setelah tidak lolos, Hamdan perlahan meninggalkan gelanggang politik praktis dan dia memilih kembali ke dunia advokat. Sejak itu dia mulai bergabung dengan beberapa kantor pengacara dan akhirnya dia juga mendirikan kantor pengacara dengan nama Law Firm Hamdan & Januardi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun 2010, ia mencoba mengadu nasib menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Dia ikut seleksi uji kelayakan di DPR dan akhirnya lolos sebagai hakim MK untuk periode 2010-2015.

Puncaknya, di tengah kekosongan pimpinan MK, karena ketua lama Muchtar Akil terseret kasus hukum, Hamdan Zoelva terpilih sebagai ketua MK hasil pemilihan antar sesama hakim konstitusi periode 2013-2015. Ia menjadi Ketua MK termuda saat itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut