Igor Saykoji
- VIVAnews/Winda Yanti
VIVA.co.id – Amat jarang artis di luar Pulau Jawa yang berani mengusung rap sebagai genre musik untuk meniti karier. Saykoji menjadi pengecualian. Rapper bernama lengkap Ignatius Rosoinaya Penyami ini mampu menancapkan kuku sebagai rapper luar Pulau Jawa yang sukses.
Ignatius Rosoinaya Penyami atau sering disapa Igor lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 8 Juni 1983. Karirnya melesat saat dia membawakan single "So What Gitu Loh" di album pertama bertajuk Saykoji pada tahun 2004. Bersamaan dengan itu, nama bekennya, Saykoji, yang ia patenkan menjadi nama panggung, makin menggema di jagat musik Indonesia.
Lagu rap yang sebelumnya meredup selepas era kejayaan Iwa K, kembali membahana dengan kehadiran Saykoji. Dia bahkan mampu menancapkan citra unik dengan penampilannya yang eksentrik ala rapper: Badan subur, topi miring, baju dan celana gobrong, hingga kalung super besar bermatakan hardisk PC.
Ingin konsisten di jalur rap, Saykoji kemudian menelurkan album kedua berjudul Musik Hati. Single "Jomblo" menjadi andalan album keduanya. Tak perlu waktu lama, musik yang dia ciptakan juga populer di kalangan generasi muda. Di tengah kepopulerannya, Saykoji terus menelurkan single baru.
Dia diajak ikut dalam kompilasi album yang dirilis EMI dan mengeluarkan single "Kecoa Ngesot". Hingga saat ini, Saykoji masih eksis di jalur rap walaupun banyak penyanyi rap mundur teratur karena tak mampu menelurkan album.
Kunci sukses Saykoji adalah, dia tak pernah lelah berkreasi. Di single “Online” yang keluar pada 2009 saja, musik rap Saykoji makin matang. Walaupun baru sebatas single, lagu ini sudah cukup booming. Bahkan lagu Online dijadikan theme song sebuah produk telepon selular yang membuat lagu ini semakin populer.
Saykoji juga mengeluarkan single yang kontroversi berjudul “Copy My Style” yang menceritakan pemalsuan hak cipta lagu Saykoji “Tahukah Kau”. Kini Saykoji tengah sibuk menggarap dan merampungkan album ketiganya. Rencananya, album anyarnya akan rilis 2010.
Kehidupan Masa kecil
Sewaktu kecil, tak pernah terbersit di benak Igor bahwa dirinya akan menjadi penyanyi rap. Selain tak terlalu terkenal, Igor sebenarnya tidak terlalu menyukai musik rap. Dia beralasan, musik rap tak jelas dalam melantunkan syair. Namun, saat mendengarkan musisi rap Indonesia, Black Skin, Iwa K dan Neo, Igor tersadar betapa rap sangat mengasyikkan. Tak butuh waktu lama, ia langsung mencintai musik rap dan tekun mempelajarinya.