Chelsea Olivia Wijaya

Chelsea Olivia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id – Chelsea memang bukan bintang biasa. Dara kelahiran Bandar Lampung 29 Juli 1992 ini langsung melejit namanya lewat sinetron Buku Harian Nayla. Berperan sebagai Nayla di sinetron yang digadang-gadang meniru sinetron Jepang One Litre of Tears, Chelsea memasuki gerbang kesuksesan.

img_title 'Anak Jalanan' Sukses, Selebriti Ini Serius Berakting

Karier perempuan bertinggi 166 sentimeter ini bermula dari dunia model. Umur 10 tahun, Chelsea terpilih menjadi Putri Bobo Favorit tahun 2002. Setahun kemudian ia didapuk sebagai pemilih Wajah Buyung Upik Favorit. Ia bahkan sempat membuat album untuk anak-anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa penghargaan itu melempangkan jalannya bergabung dengan rumah produksi Indika Entertainment. Di sinilah bakat akting pemilik wajah oriental ini ditempa. Ia dipercaya berperan di sinetron pertamanya, Matahariku.

img_title Dhini Aminarti Rindu Syuting

Namanya mulai mencuat saat ia berperan di sinetron Cincin. Dari sinilah tawaran bermain sinetron dan iklan terus berdatangan. Chelsea juga berkesempatan membintangi sinetron Pangeran Penggoda bersama Mischa Chandrawinata, adik mantan putri Indonesia Nadine Chandrawinata.

Untuk urusan peran, putri dari pasangan Jacob Wijaya dan Yuliana Agustine ini lebih menyukai peran protagonis daripada peran antagonis, yang baginya kurang familiar untuk penonton.

img_title Hamil Besar, Chelsea Olivia Masih Sibuk Pelesiran

Dan dia benar-benar menjadi idola setelah sukses memerankan tokoh Nayla dalam sinetron Buku Harian Nayla yang ditayangkan RCTI pada tahun 2006. Selain ceritanya yang menyentuh, wajah sendu Chelsea membuat peran Nayla hidup. Ia sangat meyakinkan memerankan perempuan aktif yang akhirnya harus berjuang bertahan hidup dari gerusan penyakitnya.

Diceritakan dalam sinetron itu, Nayla adalah perempuan muda yang sosoknya nyaris sempurna. Rajin, pintar, ceria, dan sangat taat beribadah. Namun, di balik segala sifat positifnya itu, di tubuh Nayla terpendam penyakit membahayakan. Ia divonis menderita penyakit yang sangat berat yang bisa menggerogoti kemampuan fisiknya hingga akhirnya lumpuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkat Dr. Fritz, dokter yang pertama kali mengetahui penyakitnya, ia disarankan untuk membuat buku harian agar perkembangan penyakitnya bisa terpantau. Untungnya, selama masa sulit itu ada sosok lain, Moses (diperankan Glenn Alinskie), yang sangat sabar mendampingi Nayla. Mereka kemudian terlibat cinta platonik.

Di akhir cerita, Nayla terpaksa harus menyerah dengan penyakitnya. Namun, di balik itu, ia telah menginspirasi banyak orang berkat tulisan-tulisannya, termasuk buku harian yang dia tulis atas saran dokternya. Tulisan-tulisannya yang terbit di beberapa surat kabar membuat banyak pembacanya terharu dan merasa punya motivasi lebih dari pengalaman Nayla.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut