Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu
Sumber :

Buku keduanya, ‘Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)’ juga meraih sukses dan cetak ulang kedua hanya dua hari setelah buku itu diluncurkan pada bulan Februari 2005. Kumpulan cerpen berhasil ini meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2004.

img_title Lumbung Padi yang Melimpah Modal: Transformasi Karawang Menjadi Pusat Rotasi Uang Nasional

‘Nayla’ adalah novel pertama Djenar yang juga diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Bukunya yang terbaru berjudul ‘Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek’,yang merupakan kumpulan cerpen. Djenar akhirnya mengikuti jejak orang tuanya dengan terjun ke dunia film. Filmya yang paling terkenal adalah Film Mereka Bilang, Saya Monyet! Yang digubah dari cerpennya sendiri dan disutradarainya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Djenar dia membuat film itu karena selalu saja ada niat untuk menuangkan sisi-sisi keberanian feminis yang berbeda. Berbeda dengan buku dalam film ini, dia bisa menuangkan kekayaan sastra dalam bentuk visual.

img_title lapangan kecil tapi seru, padel sport yang tren bagi genz

Memang sebagaimana bukunya, film Djenar masih kental dengan feminisme. Karena itu orang menilai karya kakak musisi Aksan Sjuman itu tak jauh dari tema tentang seks dan kekerasan seks. Bahkan sisi kehidupan pribadinya juga dihadirkan dalam filmnya.

Sebelum filmnya yang terkenal, Djenar mengaku telah membuat sebuah film, sayangnya tak bisa diterima penonton Indonesia. Menurut dia hal itu mungkin memang bukan pasarnya di Indonesia.

img_title Test Article lain lagi update tag 01

KANDAS BERUMAH TANGGA

Sukses dalam berkarier sebagai penulis rupanya tidak berbanding lurus dalam sukses berumah tangga. Djenar akhirnya memilih bercerai dengan suaminya Edi Widjaya pada 15 Agustus 2005. Dia mengaku banyak perbedaan dengan suaminya yang membuat rumah tangga yang telah dibina selama 14 tahun akhirnya runtuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Djenar mengakui bahwa perbedaan kultur antara keduanya menjadi salah satu sebab. Kedunya memang dibesarkan dalam kultur yang berbeda. Dia mengaku sejak pacaran perbedaan kultur ini sudah sering menjadi masalah. Edi sendiri juga mengakui perbedaan keduanya menyangkut hampir seluruh aspek kehidupan.

Saat menikah dulu keduanya mencoba menyatukan perbedaan itu namun akhirnya gagal. Meski berpisah Djenar sepakat untuk tidak mengorbankan anak-anaknya. Karena itu dia dan Edi sepakat untuk tetap memberikan perhatian ekstra untuk anak-anak mereka. Setelah bercerai mereka juga sepakat untuk tidak mempermasalahkan hak asuh anak dan perebutan harta gono-gini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut