B. J. Habibie

BJ Habibie.
Sumber :
  • U-Report

Meski singkat menjadi presiden, tapi Habibie berhasil membuat trobosan untuk Indonesia di antaranya yaitu Undang-Undang Anti Monopoli atau Undang-Undang Persaingan Sehat, Undang-Undang Partai Politik, dan Undang-Undang Otonomi Daerah. Berkat UU Otonomi Daerah inilah, disintegrasi di berbagai daerah bisa diredam dan tuntas pada era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

img_title Mantan Mendagri Syarwan Hamid Meninggal Dunia

Selain itu juga, Habibie menciptakan beberapa perubahan seperti membebaskan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak lahir partai-partai baru. Ia juga menghapus larangan berdirinya serikat buruh independen dan membuat 12 Ketetapan MPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sektor ekonomi, Habibie sukses menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang awalnya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 dan di akhir pemerintahannya nilai rupiah meroket hingga 6.500 yang belum terulang lagi hingga tahun 2016.

img_title Tak Ingin Berhenti, Bunga Citra Lestari Lakukan Hal Ini

Saat ia menjadi presiden, ada satu hal yang sangat krusial soal otonomi Provinsi Timor-Timur. Atas usul PBB, Presiden Habibie mengadakan jejak pendapat yang diselenggarakan 30 Agustus 1999 di bawah pengawasan UNAMET (United Nations Mission for East Timor) dan diikuti oleh penduduk Timor Timur.

Menurut Hasil yang diumumkan di New York dan Dili pada tanggal 4 September 1999 yang diikuti oleh 451.792 penduduk Timor-Timur. Sebesar 78.5% penduduk Timor Timur menyatakan menolak otonomi khusus yang ditawarkan Indonesia. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka MPR RI dalam Sidang Umum MPR pada 1999 mencabut TAP MPR No. VI/1978 dan mengembalikan Timor Timur seperti pada 1975.Dalam bahasa lain, Provinsi Timor-Timur lepa dari Indonesia dan menjadi Negara Timor Leste.

img_title Lapan Gunakan Sukuk untuk Pengembangan Pesawat R80 BJ Habibie

Hal inilah yang memicu pihak oposisi Habibie berusaha keras menjatuhkannya. Hingga akhirnya Habibie resmi selesai sebagai Presiden RI yang Ke-3 pada tanggal 20 Oktober 1999. ia memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah tidak menjabat sebagai presiden lagi, Habibie memilih tinggal di Jerman. Namun, pada era kepresidenan SBY, Habibie kembali aktif sebagai penasehat presiden dalam rangka mengawali proses demokrasi di Indonesia melalui organisasi yang didirikannya (Habibie Center). Ia juga aktif kembali di Partai Golkar sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Pada tanggal 22 Mei 2010, Habibie harus kehilangan sang istri akibat kanker ovarium yang dideritianya. Sebagai bentuk kecintaan Habibie kepada mendiang istrinya, Ia menulis sebuah buku bertajuk “Habibie & Ainun” setebal 323 halaman yang kemudian diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut