Pria Ini Ungkap Kronologi Jari Frostbite Usai Mendaki Gunung
VIVA –  Pendaki gunung bernama lengkap Fahad Badar yang merupakan seorang Bankir Qatar baru-baru ini menghebohkan dunia pendakian. Dia yang merupakan seorang pendaki yang sudah berhasil mendaki beberapa puncak gunung tertinggi dan ikonik di dunia.
Diketahui, Badar telah mendaki Gunung Kilimanjaro di Afrika serta puncak tertinggi di Eropa, Gunung Elbrus, sementara pada Mei 2019 ia membuat sejarah sebagai pria Arab pertama yang mendaki Gunung Everest dan Lhotse dalam satu ekspedisi.
Baru-baru ini video yang diunggah oleh pemilik nama Fahad Badar menjadi viral di media sosial. Setelah dirinya mengunggah kondisi jari frostbite yang menghitam dan kaku. Kondisi yang kerap kali dialami para pendaki, di mana jari-jari beku atau yang biasa disebut dengan frostbite menjadi salah satu buah tangan bagi mereka yang memutuskan pergi ke puncak gunung dengan kondisi cuaca dinging.
Pemilik akun TikTok bernama Fahad Badar membagikan sebuah unggahan video tersebut pada 23 September 2021. Video yang diunggahnya pun viral dan berhasil ditonton 49juta pengguna TikTok.
Pendaki gunung tunjuk jari frostbite
Dalam unggahan video tersebut, pemilik akun bernama Fahad Badar menunjukkan kondisi jari-jari tangannya yang menghitam dan kaku. Dia juga mengatakan, jika dirinya akan segera melakukan operasi dalam beberapa minggu kedepan.
Melalui akun TikTok pribadinya, @fahadbadar membagikan sedikit kisahnya bagaimana asal mulanya tangannya bisa beku dan kaku seperti itu. Pada video yang diunggahnya pada 28/08/2021, pemilik akun bernama Fahad Badar itu memaparkan, jika dirinya terjebak di puncak gunung dalam sepanjang malam yang membuatnya mengalami radang dingin.
Pada saat itu Fahad tengah bermalam di sebuah Gunung Broad Peak Pakistan yang memiliki tinggi 8.000 meter. Di mana Gunung Broad Peak Pakistan tersebut merupakan salah satu gunung tertinggi ke 12 di dunia. Bisa dibayangkan bukan?
Dia pun menjelaskan jika dirinya menghabiskan waktu selama 3 sampai 4 hari perjalanan. Di perjalanannya tersebut, Fahad pun harus mengalami sebuah halusinasi dan membuat dirinya harus kehabisan okisegen. Oleh karena itu, pada saat malam itu, Fahad pun memutuskan diri untuk bermalam di Gunung Broad Peak tanpa oksigen.