Mencekam! Israel Kembali Kepung RS Indonesia di Gaza, Siapapun yang Bergerak Bakal Ditembak Mati

Situasi porak-poranda di Jalur Gaza, Palestina
Sumber :
  • Australian Broadcasting Corporation (ABC)

VIVA – Kabar mengenaskan tak ada hentinya terjadi di Gaza. Baru-baru ini Gaza Utara kembali mengalami serangan mematikan dari tentara Zionis Israel.

Jurnalis Valerie Zink Curhat Mundur dari Reuters, Tuding Medianya Propagandis Israel

Bagaimana tidak, kini kabarnya tentara Zionis Israel kembali mengepung Rumah Sakit Indonesia yang ada di Beit Lahiya, Gaza Utara. Parahnya, mereka menembakkan peluru tajam kepada siapapun yang terlihat bergerak di dalam maupun di dekat kawasan RS.

Menurut sumber medis, Ahad, pesawat nirawak Israel telah melayangkan tembakanan ke unit perawatan intensif RS, sehingga melukai seorang pasien yang ada di dekat fasilitas tersebut.

18.489 Pelajar dan Ratusan Guru Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Sementara itu, RS Al-Awda di Tel Al-Zaatar, timur kamp pengungsi Jabalia di Gaza Utara, juga dilaporkan serupa dengan di RS Indonesia dan kondisinya semakin memburuk.

Seperti dikutip dari laman ANTARA pada Senin, 19 Mei 2025 ini diketahui bahwa sebelumnya, RS Lapangan Kuwait di Khan Younis pada Sabtu mengumumkan penangguhan semua tindakan operasi hingga waktu yang tak ditentukan karena kerusakan parah yang terjadi di RS tersebut akibat pengeboman Israel.

UNICEF: Kelaparan di Gaza Bukan karena Kekurangan Pangan, tapi Akibat Blokade Israel

Pengurus RS itu melaporkan bahwa serangan tersebut, rupanya tidak hanya menyebabkan kerusakan parah di sejumlah bagian RS, namun juga melumpuhkan generator utama dan panel kendali listrik pusat.

RS tersebut menegaskan kembali desakan mereka terhadap organisasi internasional dan badan-badan terkait supaya dapat melindungi fasilitas medis dan memastikan hukum internasional, yang melarang serangan terhadap rumah sakit, tetap dijunjung semua pihak.

Dua hari yang lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 10.000 pasien, termasuk 4.500 kanak-kanak, di Jalur Gaza, memerlukan evakuasi medis yang mendesak.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Gus Yahya Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz Jadi Narasumber

Peter Berkowitz diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2025