Rela Jadi Botak Demi Dapatkan Uang untuk Sahabat
Dia mengirimkan bukti transaksi dan aku langsung menelepon sahabatku. “Aku sudah transfer, tolong di cek”, ucapku. “Loe dari mana dapet duit segitu banyak, loe minjem dari mana? tanya-nya. “Sudahlah enggak usah tahu. Kalau ada apa-apa kabarin saja, aku enggak bisa bantu banyak-banyak. Kalau urusan sudah selesai buruan balik.” Aku langsung menutup teleponnya.
Kali ini aku hanya memikirkan besok. Tidak bisa tidur memikirkan hari esok dan pagi ini aku bangun kesiangan. Bolos kerja, dan pergi sesuai janji dengan admin kemarin. Aku bertemu di sebuah salon dan rambutku hari ini di cukur habis, botak, dan licin. Aku seperti orang gila. Dan pada kenyataannya, memang aku selalu tertantang dengan berbagai hal.
Aku menerima uang sisa dan langsung kembali ke kontrakan. Apa jadinya kalau sahabatku tahu uang yang aku kirimkan adalah uang hasil dari mencukur habis kepalaku, tak terbayangkan marahnya dia. Tapi sudahlah, ini memang kenyataanya. Apapun yang terjadi yang penting aku tidak merugikan diri sendiri. Aku ikhlas menolongnya, dan hanya kehilangan rambut itu bisa tumbuh lagi.
Berbuat baik seperti apapun yang penting ikhlas. Apa lagi menolong orang yang baik sama kita, dengan cara apapun pasti aku tolong kembali walapun itu harus mengorbankan mahkota di kepalaku. Yang penting sahabatku baik-baik saja, bisa makan, dan bisa pulang lagi.
Semoga suatu hari kamu mengerti arti sebuah pengorbanan seorang sahabat. Karena tidak setiap temanmu itu sahabatmu, tapi seorang sahabat sudah pasti temanmu. Mengorbankan rambutmu di cukur habis demi mendapatkan uang untuk membantu sahabatmu mungkin hal yang paling sulit, tapi itulah kenyataannya. (Cerita ini dikirim oleh aryand16)