Aku Ingin Melihat Monas dan Bertemu Sang Idola
- U-Report
Deretan mimpiku yang belum terwujud antara lain; membahagiakan orangtua, menaikhajikan orangtua, membuat keluarga, teman, sahabat, dan mantan pacarku bangga agar mengakui keberadaanku, hidup bahagia bersama orang-orang yang bisa menerima sifat buruk dan keadaanku yang apa adanya ini, menjadi penulis agar nenekku yang sudah berada di sisi-Nya bangga akan apa yang telah aku raih dengan segala usaha dan perjuangan yang sudah aku lakukan selama ini, dan lagi, aku ingin bertemu dengan mereka, para idolaku. Wah, aku ingin bertemu Vino G Bastian, Adipati Dolken, Virzha, Ello, Once, dan jangan sampai lupa, Kunto Aji. Aku pernah dibilang mirip Kunto Aji loh, hanya gara-gara rambutku yang aku keritingkan dan kacamata yang kami pakai sama, jerawatnya pun juga ada sedikit-sedikit.
Dan mimpiku yang sampai sekarang masih belum terwujud adalah aku ingin ke Jakarta dan melihat Monas. Andaikan aku punya uang lebih, aku akan mewujudkan mimpi saat masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut. Orangtuaku tidak mengizinkan aku ke sana, alasannya sih logis, “Kau mau makan dan minum apa di sana?” dan “Kau mau tinggal di mana?” Aku terima alasan mereka, karena aku tahu mereka sayang dengan aku, yaitu anak yang telah mereka rawat, bina, didik, dan besarkan.
Apalagi memang aku hidup di keluarga yang sederhana dengan empat orang adik, laki-laki pula semuanya. Kebutuhan sekolah mereka jauh lebih penting daripada mimpi anehku ini. Adikku yang nomor dua pun berniat ingin kuliah, dan aku sebagai abang dan anak pertama, harus mengalah. Yah, semoga saja suatu saat aku bisa mewujudkan mimpi anehku ini dengan segala cara. Pastinya harus halal, tidak boleh haram, karena uang haram hanya akan membawa malapetaka dan kesialan padaku nantinya.
Rasanya bukan hanya mereka (idolaku), tapi aku juga ingin bertemu dengan para penulis yang tinggal di sekitaran daerah ibukota tersebut. Aku ingin bertanya tentang apa-apa saja yang dibutuhkan seorang penulis untuk berkarya. Mungkin contohnya Raditya Dika dan Ernest, penulis sekaligus sutradara film yang sudah terkenal di Indonesia. Bahkan karya-karyanya sudah banyak memotivasi anak bangsa yang telah menonton film dan membaca tulisan karya mereka.