Dia Alay, Saya Tidak, Kamu?
- U-Report
Sore harinya, kebetulan saya berpapasan dengan tetangga saya itu. Untuk membuka pembicaraan, saya godain dia sedikit, “Ckckck, statusnya dahsyat. Kok bisa bikin status kayak begitu?” tanya saya sambil menepuk pundaknya. Dia menjawab, “Ah biasa aja, De. Lagi pengen bikin status kayak gitu”. Uhuk, geli banget saya mendengarnya.
Sambil menepuk pundaknya, saya pun beranjak masuk ke rumah. Saya menyalakan laptop lagi, dan masuk ke facebook dia. Tangan sudah geregetan buat mengganti statusnya. Berpikir sebentar, akhirnya saya menemukan status yang pas buat dia, isinya “Tuhan, mengapa setiap aku berkaca di cermin, aku menemukan sosok pribadi yang penuh dengan kenajisan, kapankah ketika aku berkaca aku mendapati pribadi yang saleh?”
Saya cekikikan melihat status dia, dan tidak sampai 10 menit sudah ada 9 orang yang nge-like. Saya juga ikut nge-like dan tulis komentar, “Statusnya luar biasa. Calon Mario Teguh junior”. Tidak lama setelah itu, tetangga saya sms. Isi sms-nya “De, perasaan saya enggak nulis status kayak gitu. Kok bisa ada di facebook saya sih?” Saya cekikikan gila-gilaan sambil mukul-mukul bantal. Hahaha, jadi orang jahil memang ada enaknya.
Saya balas sms dari dia, isinya “Ah, yang bener? Hati-hati fb-mu kayaknya di-hack tuh sama orang jahat. Hati-hati ya.” Perkiraan saya, dia bakal balas “Ok, thanks infonya” atau “Bagaimana cara mengubah password di fb?” Eh, enggak tahunya sms balasan dari dia isinya, “Apaan itu di-hack De?”
Tiga hari kemudian ternyata password dia sudah diganti, dan kayaknya sudah saatnya buat saya menghentikan segala kegilaan ini. Status dia pun kembali ke awal, yang isinya cuma “mau mandi”, “mau makan”, “dimarahi mama”, “mau pergi”, dsb. Tapi gara-gara saya ngejahilin si alay itu, entah kenapa saya mulai terpikir buat mengganti nama facebook saya menjadi “Sani iNgIn d!c4y4Ng C3l4lu” atau “Sani Loverforeverbangetdech”. Oughhh! (Cerita ini dikirim oleh Stefanus Sani, Bandung)