Hadi Priyanto Humas Pemda Paling Sibuk di Indonesia

Drs.Hadi Priyanto MM menerima penghargaan dari Serikat Penerbit Suratkabar
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id - Drs. Hadi Priyanto, MM, boleh jadi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah (Kabag Humas Setda) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tersibuk di negeri ini. Selama 34 tahun dia berkutat di Humas dan masih mengemban banyak tugas lain terkait dengan fungsinya sebagai pejabat hubungan masyarakat.

img_title Edu House Rayakan Harlah ke-8

Oleh karenanya, layak jika Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat memberinya penghargaan sebagai 'Humas Inspirasional Terbaik di Indonesia Kategori Humas Kabupaten tahun 2015'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyambangi Hadi Priyanto di ruang kerjanya yang ber-AC, tapi penuh aroma dan asap rokok, dia tersipu agak jengah saat akan ditanya tentang aktivitasnya. "Monggo Mas, apa yang ditanyakan, akan saya jawab seadanya," ujar pria kelahiran Jepara, 22 Februari 1959 itu. Penulis agak kikuk mewawancarai, sebab pejabat ini ternyata wartawan senior dan anggota/pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

img_title Detik-detik Jelang Terbitnya Buku Terbaru Pidi Baiq

Hadi Priyanto juga disibukkan sebagai pucuk pimpinan tiga media sekaligus di Jepara. Masing-masing sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Gelora sejak tahun 1996, Pimpinan Redaksi Majalah Pena sejak 2006, dan Kepala Studio Radio LPP Kartini-FM mulai 1998. Juga menjadi Ketua Forum Komunikasi Humas Pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah sejak 2014, Ketua Forum Informasi & Kehumasan Kabupaten Jepara sejak 2007, Pejabat Pengelola Informasi & Dokumentasi Jepara sejak 2010, Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional Jepara 2015-2020, dan Ketua Lembaga Pelestari Seni Ukir, Tenun & Batik Jepara sejak 2012.

Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Semarang ini, imajinasi dan inovasinya seakan tak pernah berhenti sedetik pun. Selain menjabat berbagai pimpinan lembaga seperti tersebut di atas, ia masih sempat menulis berbagai buku. Tak kurang 12 buku telah diterbitkan yaitu, Sejarah Lasykar Kalinyamat 1996, Sejarah Seni Ukir Jepara 1997, Kepak Sayap Bumi Kartini 1998, Kisah di Alas Temon 2000, Wong Cilik di Panggung Birokrasi Lokal 2005, Trinil dan Mandor Kloengsoe, Dua Ningrat yang Lekat Rakyat (tentang masa kecil RA Kartini) 2007, Kartini Pembaharu Peradaban (tentang ide-ide RA Kartini) 2011, Progres Jepara 2011, Sosrokartono de Javanche Prinz (tentang sepak terjang kakak lelaki RA Katini) 2012, Mozaik Seni Ukir Jepara (2013), Legenda Jepara 2014 dan terakhir baru saja diluncurkan berjudul Legenda, Mitos & Sejarah 35 Kota di Jawa Tengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Sensasi Keripik Rasa Paru dari Daun Singkong
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut