Klenteng Hok Tek Tong Penyelamat Eddy
- U-Report
Sejak itu, Eddy tiap hari dari rumahnya di Welahan pergi ke Klenteng HTT Jepara hanya untuk membersihkan lumut-lumut dinding tembok klenteng. Tanpa ada yang menyuruh, bahkan tidak ada yang melarangnya. "Saat saya membersihkan lumut-lumut, terasa damai dan tenteram di hati," ucap Eddy. Jika sehari dia tak melakukan pekerjaan itu, nuraninya menjadi gundah gulana tak karuan.
Suatu saat, pengurus Klenteng HTT mendapat laporan mengenai keganjilan tingkah Eddy. Pengurus lantas menemui dan bertanya pada Eddy, mengapa membersihkan dinding klenteng padahal tak disuruh dan tak dibayar. Dengan polos dan jujur Eddy menjawab kalau semua yang dilakukannya demi memenuhi dorongan nuraninya. Lagipula hati dan pikirannya jadi tenang saat membersihkan dinding klenteng itu.
Pengurus Klenteng HTT iba mendengar pengakuan Eddy. Lalu menawari apakah dia mau bekerja di klenteng sebagai juru rawat klenteng atau juru kunci (bio-kong). Eddy langsung menerimanya dengan suka cita. "Tak dibayar pun saya mau menjadi bio-kong," cetus Eddy. Tetapi nyatanya, setiap akhir bulan setelah menjadi bio kong, Eddy selalu dapat honor dari pengurus klenteng.
Semenjak menjadi bio-kong Klenteng HTT, terjadi perubahan besar dalam diri Eddy. Semangat hidupnya tumbuh kembali. Kenestapaan dampak dari kehancuran rumah tangganya tak lagi membayangi hidupnya. "Hidup saya sekarang jadi tenang. Saya mulai bisa berpikir dengan otak waras. Termasuk mengurus dan merawat anak secara layak," ucap pria itu memungkasi bincang-bincang. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)