Falsafah Hidup ala Haruki Murakami
4. Jangan lupa, ciptakanlah ‘Me Time’.
Setiap hari kita dihadapkan pada banyak permasalahan hidup. Berbagai rutinitas harian yang menyita energi. Entah berat atau ringan. Masing-masing ujian hidup membawa hikmah di dalamnya. Sibuk dengan segala pernak-pernik kehidupan jangan lupa untuk menyediakan waktu bagi diri sendiri untuk introspeksi diri. Keluar sejenak dari rutinitas harian dan keriuhan sekitar. Memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.
5. Pahami gaya belajar masing-masing.
Gaya belajar masing-masing individu berbeda-beda. Pahami gaya belajar diri sendiri. Apakah gaya belajar kita gaya belajar secara visual (penglihatan), auditorial (pendengaran), atau kinestetik (sentuhan). Jangan kehilangan semangat apabila orang di sekeliling kurang memahami gaya belajar kita. Buatlah nyaman diri kita sendiri dulu, lama kelamaan mereka pun akan mengerti kita.
Contohnya, Haruki Murakami adalah tipe pembelajar secara visual. Gaya belajar seperti ini, belajar berdasarkan pengalaman yang harus dilihat dan dialami sendiri. Selangkah demi selangkah dijalani, hingga mencapai pemahaman yang nantinya akan diyakininya. Terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai pemahaman itu. Tapi itulah diri sebenarnya seorang Haruki Murakami. Setiap gaya belajar mempunyai plus minusnya masing-masing. Jadi, jangan patah semangat!
6. Fokuslah dalam mengerjakan apapun.
Banyak individu berbakat ada di dunia ini. Ada yang sukses mengasah bakat mereka, ada yang tidak. Banyak faktor yang menyebabkan terhambatnya kesuksesan. Salah satunya, mungkin terkendala kurang memfokuskan usaha atau kerja kerasnya. Untuk bisa mengasah bakat atau talenta, kita harus fokus pada salah satu bidang. Setelah bidang yang digeluti sudah mahir, tingkatkan kemampuan kita, atau mungkin bisa mengasah bakat di bidang lainnya. Usahakan untuk menghindari hal-hal yang mungkin akan mempengaruhi fokus kita.
7. Menjaga kesehatan
Menjaga tubuh untuk selalu sehat adalah hal yang wajib. Setidaknya itu cara bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah memberikan nikmat sehat kepada kita. Luangkanlah waktu untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang cocok dengan waktu dan kepribadian kita. Contohnya, Haruki Murakami, berolahraga lari karena sesuai dengan waktunya, bisa dilakukan kapan saja dan sesuai dengan kepribadiannya yang introvert. Berlari baginya adalah salah satu ‘Me Time-nya. Menyingkir sejenak dari keriuhan hidup untuk sementara waktu. Itu adalah kesempatannya untuk mengintrospeksi diri.