Kelenteng Hok Tek Tong Jepara Diselamatkan Keluarga Oh
Perkembangan menggembirakan terjadi pada Kuil Hok Tek Tong tatkala dermawan Keluarga Oh dari kota Salatiga melakukan renovasi terhadap bangunan klenteng pada 14 Desember 1997 silam. Dermawan bersaudara itu terdiri dari Ny. Oh Ie Djiang dan Oh Kian Lien. Keduanya pengusaha besar yang tergabung dalam Wahid Group Salatiga.
Bangunan klenteng yang rusak luar dalam diperbaiki dan dikembalikan bentuknya seperti aslinya. Altar peribadatan di dalam klenteng ditata kembali seperti semula. Selesai direnovasi, Hok Tek Tong seakan kembali seperti asalnya. Memancarkan aura khas tempat peribadatan warga Tionghoa dengan dominasi aliran Tao. Meskipun kuil ini diikrarkan sebagai Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) yaitu Budha, Kong Hu Cu, dan Taoisme.
Sayang, walau Hok Tek Tong telah pulih umat pengunjung tetap sepi. Dampaknya, klenteng kesulitan menghimpun dana untuk biaya perawatan kuil. “Biaya perawatan dan persediaan stok piranti sembahyang di klenteng sekarang dipikul sejumlah ekspatriat asal beberapa negara luar yang berbisnis kayu ukir dan tinggal sementara di Jepara,” jelas Eddy.
Tahun 2016 ini, Keluarga Oh yang tergabung dalam Wahid Group, kembali membantu Hok tek Tong. Lebih satu miliar dana digelontorkan dermawan ini guna membangun vihara di belakang klenteng dan rampung akhir tahun ini. Peresmiannya akan dilakukan bersamaan dengan perayaan Cut-bio (hari jadi) klenteng sepuluh tahunan.
Perayaan yang ditandai dengan kirab para khong-co dan mak-co, patung suci Dewa-Dewi dari altar klenteng keliling Pecinan Jepara. Perayaan ini dihadiri utusan khong-co/mak-co dari klenteng dalam dan luar Jawa. “Event itu kita agendakan dengan promosi pariwisata Kabupaten Jepara,” tambah Kabag Humas Pemkab Jepara, Drs Hadi Prunato MM, secara terpisah. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)