Klenteng Tjong Hok Bio Mencari Juru Kunci

Kuil Tjong Hok Bio, Juwana, yang sedang mencari biokong baru.
Sumber :

Karena kuil THB sering dilanda banjir tahunan, Edi Siswanto dua tahun lalu memutuskan untuk meninggikan permukaan sekaligus merenovasi klenteng itu. Dampak pembangunan kembali kuil THB, membuat keaslian bangunan dan ornamen di dalamnya otomatis terhapus semua. Hingga akhir 2016 renovasi mencapai 75 persen. Ruang induk telah rampung. Tinggal sayap samping kanan-kiri dan ornamen dalam dan luar kuil yang belum usai.

img_title Kisah Penjual Cilok dan Rumahnya yang Nyaris Hancur

Sesudah ditinggikan delapan meter, Kuil THB kini tampak gagah menyala, didominasi warna khas merah. “Sejak klenteng THB dipugar, Pak Lan mundur sebagai biokong. Dia memperdalam agama Budha di vihara Bogor,” jelas Edi Siswanto. Tapi ada juga yang mengatakan kalau Pak Lan mundur karena tidak cocok dengan salah satu pengurus klenteng. Entahlah mana yang benar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teringat dengan pertemuan terakhir saya dengan Pak Lan sekitar tiga tahun lalu. Dia cerita kalau kuil THB penuh dengan kegaiban. Jika tidak dirawat dan dihormati, ada kiemsin dalam kuil yaitu Kongco Kwan Khong, Dewa Keadilan, yang marah. Toya-nya dibentur-benturkan ke tembok, membuat warga sekitar takut.

img_title Cinta dan Cemburu

Klenteng THB, sebelum ada biokong baru setiap hari gerbangnya selalu digembok. “Siapa yang minat menjadi biokong klenteng THB bisa kita terima, dari etnis apapun,” kata Edi Siswanto. Honornya konon dua setengah juta rupiah setiap bulan, plus beras untuk hidup sebulan. Ada yang berminat? (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)

Tarian sufi perayaan maulid di Vihara Dhamma Mitra Arama

Wujud Toleransi, Selawatan Maulid Nabi Diadakan di Vihara Malang

Maulidur Rasul diadakan Komunitas Gubuk Tulis dan gusdurian.

img_title
VIVA.co.id
17 November 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut