Penjual Jamu Inspiratif, Dua Anak Beasiswa di PTN
- U-Report
Putra Kedua Bude Tini pun sama halnya dengan kakaknya. Ia mendapat beasiswa untuk masuk ke Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto. Setelah lulus dari Universitas Jenderal Soedirman, Wanto Jati Seso pun ingin mengikuti jejak kakaknya yang ingin menjadi polisi. Hal yang selalu diajarkan Bude Tini kepada anak-anaknya adalah jika dirimu kelak menjadi orang sukses, selalu ingatlah dari mana kamu berasal dan jangan lupakan itu, karena itu semua hanya titipan semata.
Selain berjualan jamu setiap pagi, Bude Tini selalu membantu tetangganya yang membuat usaha kue. Karena Bude Tini juga memiliki keahlian dalam membuat kue kering. Setelah melakukan pekerjaan tersebut, hal yang dilakukannya saat malam adalah mengajar ngaji anak-anak di sekitar rumahnya. Kegiatan tersebut ia lakukan karena menurutnya pendidikan agama sangat perlu dididik dan diterapkan sejak dini.
Tidak ada waktu senggang sedikitpun untuk Bude Tini bermalas-malasan. Setiap waktu ia gunakan dengan hal-hal yang berguna. Setelah mengajarkan anak-anak mengaji, ia mulai meracik jamu buatannya untuk didagangkan keesokan harinya. Sosok Bude Tini yang rela membanting tulang setiap hari demi bisa membuat anak-anaknya menjadi orang-orang hebat dan dapat bersekolah tinggi, cukup membuat siapa saja berdecak kagum mendengarnya.
Terlebih rumah yang dimilikinya di kampung sangatlah besar. Kesuksesan yang diraih Bude Tini bukan semata-mata semudah membalikkan kedua telapak tangan. Tetapi dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi ia dapat memiliki itu semua dengan cara yang halal. (Tulisan ini dikirim oleh sfarisy20)