25 Sahabat Perpustakaan Antar Sekolah Jadi Juara Nasional
Sementara itu di kelas-kelas, setiap pagi siswa melaksanakan program membaca senyap selama 15 menit. Usai membaca, mereka mengambil buku jurnal yang diletakkan di kantong-kantong buku di kelas. Selesai mengisi buku, salah satu dari mereka maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku.
Siapa sangka, konsep ini berhasil mengantarkan sekolah ini menjadi juara I dalam Lomba Budaya Mutu SDN tingkat Nasional untuk komponen perpustakaan yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Oktober 2016 lalu.
Keberhasilan ini tidak membuat langkah Mahmudah berhenti begitu saja. “Masih banyak pembenahan yang harus dilakukan. Salah satunya memenuhi koleksi buku-buku yang semakin habis dibaca siswa,” ungkapnya. Untuk itu Mahmudah menjalin kerjasama dengan perpustakaan Kota Batu.
Salahsatu bentuk kerjasama ke depan adalah peminjaman buku-buku sebulan sekali dan pelatihan untuk pustakawan sekolah. Mahmudah berharap, kegiatan terkait literasi di sekolahnya dapat ditingkatkan lagi. Ke depan Mahmudah akan mendorong siswanya aktif menulis cerpen. Cerpen-cerpen yang terbaik akan dibukukan oleh sekolah dan menjadi portofolio prestasi siswa. (Tulisan ini dikirim oleh Dian Kusuma Dewi, Sidoarjo)