Candi Kalasan, Sebuah Penghormatan bagi Jiwa yang Bebas

Candi Kalasan Yogyakarta.
Sumber :
  • U-Report

Candi Kalasan ini berbentuk persegi dan belum sempurna. Banyak bagian-bagian candi yang belum lengkap. Atapnya berbentuk segi delapan dengan puncak yang berbentuk dagoba (stupa), namun kondisinya sudah rusak, tidak berbentuk stupa lagi.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Terdapat empat bilik/ruang penyembahan di Candi Kalasan, tetapi tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Lagian tidak ada tangga menuju bilik tersebut, karena bagian tangganya juga rusak. Kata penjaga Candi Kalasan, Pak Supri, dulu di bilik utama Candi Kalasan terdapat sebuah patung Dewi Tara dari perunggu setinggi enam meter. Namun, sudah hilang, karena dicuri pemburu harta karun yang tak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tubuh dan atap candi dihias dengan ukiran-ukiran yang sangat indah. Terdiri dari relung-relung, sulur-sulur, arca-arca Buddha, dagoba-dagoba dan arca Gana, yaitu manusia kerdil berperut buncit yang biasanya memikul barang. Salah satu bagian Candi Kalasan yang menarik adalah bagian tembok pada sisi luar candi yang bernama Bajralepa.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Bajralepa adalah semacam sebuah plester, atau lapisan pada ukiran batu halus. Lapisan semacam vernis tersebut di lapiskan ke batu dengan ukiran-ukiran rumit yang menyerupai motif batik. Menurut Pak Supri, Bajralepa tersebut akan menyala memantulkan sinar bulan, terutama saat bulan purnama.

Bagian tembok tersebut akan bersinar putih keemasan, kontras dengan bagian tembok candi lainnya. Bajralepa inilah yang membuat Candi Kalasan berbeda dengan candi-candi lainnya. Hanya ada dua candi yang menggunakan pelapis Bajralepa, yakni Candi Kalasan dan Candi Sari.

img_title Avi Choir Avicenna, Paduan Suara Cilik yang Penuh Prestasi

Masih menurut Pak Supri, tim arkeolog sudah berusaha membuat tiruan Bajlarepa ini, namun tidak berhasil. Istilah 'Bajralepa' itu sendiri berasal dari beberapa prasasti yang menjelaskan teknik pembuatan candi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai hiasan ini, Bernet Kempers dalam bukunya, Indonesia Selama zaman Hindu, halaman 25, menyebutkan bahwa cara pembuatan hiasan yang cukup rapi dan memikat ini menunjukkan bahwa pada masa pembuatan candi ini memiliki pemahat dan ahli plester bangunan yang sangat cakap. Bahkan, lebih cakap dari ahli bangunan zaman sekarang.

Selain bangunan utama Candi Kalasan, di sekelilingnya terdapat tiga buah candi kecil berbentuk stupa yang kondisinya tidak utuh. Saat saya berjalan mengitari Candi Kalasan, saya juga menemukan banyak bebatuan yang tersusun rapi yang merupakan bagian-bagian dari candi yang belum mendapatkan pasangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut