Kasihan, Yatim Piatu Ini Mengidap Penyakit Seperti Robot
Keterbatasan ekonomi yang sangat kurang, menurut Febri, membuat pengobatan dan penanganan medis yang dilakukan kurang intensif. Tidak adanya biaya menjadi kendala utama. Ibu angkatnya yang hanya bekerja serabutan tak cukup untuk membiayai pengobatan Siti.
Sebelumnya, lanjut Febri, Siti sempat mendapat penanganan medis dan berobat rawat jalan dengan mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dari pihak Rumah Sakit hanya memberikan terapi laser dan pemberian obat saja. Menurut pihak Rumah Sakit, Siti diharuskan rutin menjalani terapi satu minggu sekali, setiap hari Rabu.
Lokasi rumah dengan Rumah Sakit yang amat jauh serta kurangnya biaya ongkos pulang pergi, menyebabkan berobat rawat jalannya terhenti. Waktu yang ditempuh menuju Rumah Sakit bukan hanya satu hingga dua jam, terkadang hal itu membuat remaja tersebut merasa kelelahan.
Penyakit dan kondisinya yang tidak memungkinkan, serta keadaan ekonomi yang sulit, membuat remaja asal Sukabumi itu, terpaksa harus berhenti sekolah. Bahkan dalam kondisi keterbatasan fisiknya yang sulit bergerak dan semakin mengecil, ia tetap berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya yang sempat terhenti. (Tulisan ini dikirim oleh Dila Nurfadila)