Apartemen Defontein Terapkan Sentuhan Klasik Kolonial
- Istimewa
VIVA – Tinggal di apartemen sudah menjadi pilihan dan bagian dari gaya hidup masyarakat kota di era modern. Letak apartemen yang disesuaikan dengan kawasan pengembangannya, sering kali dijadikan alasan prestius untuk menentukan pilihan.
Pemilihan konsep klasik kolonial, dengan sentuhan modern pada hunian Apartemen Defontein misalnya, disesuaikan dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng pada sebuah bangunan cagar budaya (heritage) zaman kolonial untuk di desain oleh SHS & Associate.
Chairman SHS & Associate, Sammy Hendramianto Syamsulhadi, yang juga merupakan pakar desain interior nasional yang banyak menghasilkan karya masterpiece ini, seperti dikutip dari keterangannya, Selasa 8 Oktober 2019, mengatakan bahwa konsep dasar pemugaran heritage Defontein adalah revitalisasi adaptasi untuk mengembalikan ke bentuk asli bangunan dengan menyesuaikan fungsi ruangan sebagai show unit Apartemen Defontein.
“Konsep desain yang dikembangkan untuk Apartemen Defontein adalah konsep kolonial klasik, dengan kreasi artistik yang elegan” ucap Sammy di Marketing Gallery Apartemen Defontein, Menteng, Jakarta Pusat.
Menyebut nama ‘Defontein’ sebenarnya sudah menunjukkan nuansa proyek apartemen itu, yaitu konsep kolonial klasik. Konsep ini menunjukkan arsitektur kolonial Indonesia yang merupakan perpaduan antara budaya Barat dan Timur yang hadir melalui karya-karya arsitek Belanda.
Dalam menata desain interior apartemen mewah ini, Sammy membaginya dalam dua konsep. Pertama, untuk tiga kamar (3 bedroom/BR) dengan konsep modern klasik yang ditunjukkan melalui dominasi warna putih yang menjadi identitas konsep klasik kolonial. Kemudian, diperkaya dengan rancangan profilan yang khas pada dinding dan tiangnya.
“Desain interior klasik kolonial, identik dengan nuansa dekoratif dengan ornamen-ornamen historis. Gaya ini memiliki kesan menarik dengan tampilan megah dan elegan,” ujarnya.
Sedangkan tipe dua kamar (2 BR), menggunakan konsep modern kontemporer, di mana sentuhan profilan di dinding dan dominasi unsur warna putihnya dikurangi, memberikan statement tersendiri bagi pribadi yang tinggal di dalamnya.
Persamaan desain kedua tipe apartemen ini terletak pada penekanan bahwa the windows is the king. Pintu jendela menjadi media untuk melihat keluar atau pintu untuk menghubungkan dari satu ruang ke ruang yang lain dibangun lebih lebar dan lebih tinggi.