Soal Natuna, Dubes China: Teman Baik Kadang Punya Perspektif Berbeda

Laut Natuna
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Meskipun saat ini pemerintah Indonesia dan China memiliki perselisihan di wilayah Natuna, namun Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Xiao Qian, memastikan hubungan kedua negara sangat baik di banyak aspek yang ada.

img_title China’s Expanding Footprint Puts ASEAN Centrality in the Spotlight

Hal itu diutarakan Xiao, saat ditemui di acara seminar yang digelar oleh Bank of China dengan tema 'China Business Forum-Enhancing The Power of Indonesia Capital Market', yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami punya hubungan yang sangat baik di banyak area," kata Xiao di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 8 Januari 2020.

img_title Terima Suap Rp 627 Miliar Sejak 2007, Eks Menteri Pertanian China Dijatuhi Hukuman Mati

"Tapi teman baik kadang juga punya perspektif yang berbeda," ujarnya.

Xiao menegaskan bahwa pemerintah China memiliki pandangan yang sama dengan pemerintah Indonesia, untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara sebaik-baiknya.

img_title Dua Orang yang Berangkatkan Reni ke China Buat Jadi Pengantin Pesanan Ditangkap

Dengan adanya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak, Xiao pun yakin bahwa upaya tersebut akan membuahkan hasil yang baik bagi masing-masing negara.

"Kami bisa menyelesaikan masalah ini. Kami memiliki komunikasi yang baik dan saya pikir masalah kami akan terselesaikan dengan baik," ujar Xiao.

Selain itu, dia pun menegaskan bahwa masalah antara pemerintah Indonesia dan China di wilayah Natuna itu, tidak akan memengaruhi hubungan ekonomi antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu termasuk dengan kerja sama terkait investasi di sejumlah sektor, yang sebelumnya telah dijalin antara pemerintah Indonesia dan China.

"(Apakah akan memengaruhi hubungan ekonomi Indonesia-China?) Saya tak berpikir demikian. (Dalam hal investasi pun) tidak," ujarnya.

Mantan Menteri Pertanian dan Urusan Perdesaan China,Tang Renjian dihukum mati

Mantan Menteri Pertanian China Dijatuhi Hukuman Mati karena Terima Suap Rp628 Miliar

Tang Renjian dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun karena menerima suap senilai 268 juta yuan (sekitar Rp628 miliar). 

img_title
VIVA.co.id
30 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut