Christine Hakim

Christine Hakim
Sumber :
  • Gestina/VIVAnews

Dalam film epik Tjoet Nja' Dhien yang rilis pada tahun 1988, Christine Hakim merebut gelar “Pemeran Utama Wanita Terbaik”. Sosoknya sebagai pahlawan wanita asal Aceh yang menentang kolonialisme dinilai banyak kalangan hampir mendekati tokoh aslinya.

img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Saat perfilman Indonesia sedang mati suri di era 90-an, tercatat Christine Hakim hanya bermain dalam empat film, yaitu Sinyo Salam (1993), Nemuru Otoko (1996), Gordel Van Smaragd, De (1997) serta Daun di Atas Bantal (1998) yang merupakan garapan sutradara Garin Nugroho. Kecuali Daun di Atas Bantal, ketiga film yang dimainkan Christine Hakim tidak sempat ditayangkan oleh bioskop lokal karena digarap oleh sineas luar negeri dan distribusinya dipegang rumah produksi bukan dari Indonesia. Sekedar catatan, Daun Di Atas Bantal sendiri pernah ditayangkan di ajang bergengsi Festival Film Cannes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di masa krisis mutu perfilman nasional pada era 90-an, Christine Hakim pun banting setir menjadi pemain sinetron. Sejumlah sinetron yang sempat dibintanginya memang bukan sinetron murahan, tercatat dia bermain di tiga judul sinetron yaitu; Bukan Perempuan Biasa arahan Jajang C. Noer, Tiga Orang Perempuan, serta Anakku Terlahir Kembali.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan

Ketika perfilman Indonesia mencoba bangkit kembali di era 2000-an awal, Christine Hakim langsung mengambil peran penting dalam film penuh pujian Pasir Berbisik. Dengan lawan main Dian Sastrowardoyo, aktris muda yang sedang naik daun ketika itu, film ini bertabur berbagai penghargaan di ajang festival film luar dan dalam negeri.

Di ajang Festival Film Indonesia pada 2004 setelah 12 tahun absen diselenggarakan, Pasir Berbisik mengantongi 8 nominasi penghargaan termasuk untuk kategori bergengsi “Film Terbaik” dan “Aktris Utama Terbaik”. Walaupun tidak meraih “Film Terbaik”, film ini adalah catatan kembalinya Christine Hakim dalam sinema Indonesia terkini yang didobrak sebagian sineas muda yang haus akan idealism berkarya.

img_title Maraknya Judi Online dan Dampaknya terhadap Masyarakat Indonesia

Berturut-turut setelahnya Christine Hakim bermain dalam Puteri Gunung Ledang (2004), Anak-Anak Borobudur (2007), In the Name of Love (2008), Jamila Dan Sang Presiden (2009), Merantau (2009) serta yang terakhir Eat Pray Love (2010).

Di luar aktivitasnya sebagai seorang aktris film senior, kehidupan pribadi Christine Hakim boleh dibilang cenderung bersih dari gosip, perkawinannya dengan Joroan Lezer juga aman-aman saja dari serbuan gosip. Bersama dengan Ferry Salim, Christine Hakim juga aktif berkecimpung dalam kegiatan sosial seperti menjadi duta UNICEF.

FILMOGRAFI

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut