Djenar Maesa Ayu
Saat menikah dulu keduanya mencoba menyatukan perbedaan itu namun akhirnya gagal. Meski berpisah Djenar sepakat untuk tidak mengorbankan anak-anaknya. Karena itu dia dan Edi sepakat untuk tetap memberikan perhatian ekstra untuk anak-anak mereka. Setelah bercerai mereka juga sepakat untuk tidak mempermasalahkan hak asuh anak dan perebutan harta gono-gini.
Dalam perceraiaan itu ayah dan ibu dari Banyu Bening dan Batari Maharni ini mengaku perceraiannya bukan karena adanya orang ketiga. Tidak ada wanita idaman lain maupun pria idaman lain. Bahkan Djenar mengaku kalau Edi adalah sosok suami yang nyaris sempurna, namun perbedaan memang membuat mereka harus mengakhiri kebersamaannya. Meski bercerai keduanya juga menolak jika pernikahannya disebut tak bahagia, pernikahan yang dijalani mereka nilai berjalan bahagia.
Saat bertengkar pasangan ini juga tergolong unik. Sebab mereka tidak pernah bertengkar dengan kata-kata. Jika bertengkar keduanya selalu menggunakan SMS atau email.
BUKU
2002 Mereka Bilang, Saya Monyet!, kumpulan cerpen
2003 Jangan Main-main Dengan Kelaminmu, kumpulan cerpen
2005 Naila, novel
2006 Cerita Pendek tentang Cerita yang Pendek, kumpulan cerpen
2008 Ranjang, novel
FILMOGRAFI
1990 Boneka dari Indiana
2006 Koper
2007 Mereka Bilang, Saya Monyet!
2008 Cinta Setaman
2009 Dikejar Setan
2010 Melodi
2011 Purple Love
ACARA TELEVISI
2006 Fenomena
2007 Silat Lidah
PENGHARGAAN
2003 Buku Mereka Bilang Saya Monyet masuk dalam nominasi 10 besar buku terbaik Khatulistiwa Literary Award
Cerpen “Waktu Nayla” menyabet predikat Cerpen Terbaik Kompas
Cerpen “Menyusu Ayah” menjadi Cerpen Terbaik versi Jurnal Perempuan
2004 Buku Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) berhasil ini meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award