Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu
Sumber :

Cerpen ‘Waktu Nayla’ menyabet predikat Cerpen Terbaik Kompas 2003, yang dibukukan bersama cerpen ‘Asmoro’ dalam antologi cerpen pilihan Kompas itu. Sementara cerpen ‘Menyusu Ayah’ menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh Richard Oh ke dalam bahasa Inggris dengan judul ‘Suckling Father’ untuk dimuat kembali dalam Jurnal Perempuan versi bahasa Inggris, edisi kolaborasi karya terbaik Jurnal Perempuan.

img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Buku keduanya, ‘Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)’ juga meraih sukses dan cetak ulang kedua hanya dua hari setelah buku itu diluncurkan pada bulan Februari 2005. Kumpulan cerpen berhasil ini meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2004.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‘Nayla’ adalah novel pertama Djenar yang juga diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Bukunya yang terbaru berjudul ‘Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek’, yang merupakan kumpulan cerpen. Djenar akhirnya mengikuti jejak orang tuanya dengan terjun ke dunia film. Filmya yang paling terkenal adalah Film Mereka Bilang, Saya Monyet! Yang digubah dari cerpennya sendiri dan disutradarainya sendiri.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan

Menurut Djenar dia membuat film itu karena selalu saja ada niat untuk menuangkan sisi-sisi keberanian feminis yang berbeda. Berbeda dengan buku dalam film ini, dia bisa menuangkan kekayaan sastra dalam bentuk visual.

Memang sebagaimana bukunya, film Djenar masih kental dengan feminisme. Karena itu orang menilai karya kakak musisi Aksan Sjuman itu tak jauh dari tema tentang seks dan kekerasan seks. Bahkan sisi kehidupan pribadinya juga dihadirkan dalam filmnya.

img_title Maraknya Judi Online dan Dampaknya terhadap Masyarakat Indonesia

Sebelum filmnya yang terkenal, Djenar mengaku telah membuat sebuah film, sayangnya tak bisa diterima penonton Indonesia. Menurut dia hal itu mungkin memang bukan pasarnya di Indonesia.

KANDAS BERUMAHTANGGA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sukses dalam berkarier sebagai penulis rupanya tidak berbanding lurus dalam sukses berumah tangga. Djenar akhirnya memilih bercerai dengan suaminya Edi Widjaya pada 15 Agustus 2005. Dia mengaku banyak perbedaan dengan suaminya yang membuat rumah tangga yang telah dibina selama 14 tahun akhirnya runtuh.

Djenar mengakui bahwa perbedaan kultur antara keduanya menjadi salah satu sebab. Kedunya memang dibesarkan dalam kultur yang berbeda. Dia mengaku sejak pacaran perbedaan kultur ini sudah sering menjadi masalah. Edi sendiri juga mengakui perbedaan keduanya menyangkut hampir seluruh aspek kehidupan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut