Disebut Hanya Pencitraan, Ini Reaksi KPK
Rabu, 19 Agustus 2015 - 14:47 WIB
Sumber :
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
VIVA.co.id
- Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, menanggapi santai pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menyebut kinerja lembaganya buruk dan hanya pencitraan sehingga memang pantas dibubarkan. Indriyanto menganggap ungkapan Fahri tersebut merupakan bagian dari kepentingan politik.
"Dengan latar belakang jabatan dan kepentingan politiknya, kami memahami komen saudara Fahri terhadap statement-statement tersebut," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Kamis 19 Agustus 2015.
Baca Juga :
KPK Periksa Keponakan Surya Paloh
"Dengan latar belakang jabatan dan kepentingan politiknya, kami memahami komen saudara Fahri terhadap statement-statement tersebut," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Kamis 19 Agustus 2015.
Menurut Indriyanto selama berdiri sejak 2002 lalu, KPK telah menjalankan tugas dan wewenangnya dalam membuktikan kinerja dan profesionalitas sebagai lembaga hukum. Hal tersebut didasari atas pencapaian sejumlah kasus korupsi yang berhasil diungkap lembaga anti rasuah itu sehingga dapat membangun kepercayaan publik.
"Antara lain OTT (operasi tangkap tangan) terhadap pejabat negara juga perilaku-perilaku tercela dan menyimpang dari lembaga termasuk parpol yang menjabat kekuasaan publik seperti DPR maupun kementerian atau kelembagaan," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melontarkan pendapat terkait keberadaan KPK selama lebih dari satu dekade hanya berisi pencitraan. Dia juga mendukung pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan eksistensi KPK.
"Jadi kalau Bu Mega sampai pada kesimpulan seperti itu, ya saya lebih mengerti karena dari dulu berpandangan, bahaya KPK ini kalau begini cara kerjanya. 10-12 tahun ini kan pencitraan semua. Enggak ada substansinya," ungkap Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2015.
Fahri menyebut, tak ada mafia kelas kakap yang mampu diungkap KPK sehingga ia mempertanyakan fungsi KPK.
"Apa yang hilang sekarang? Mana mafia minyak, mana mafia gas, mana mafia tanah, mana mafia pajak, mana mafia daging? Enggak ada. Omong kosong semua itu kan, dicitrakan saja itu,"tambahnya.
Bahkan ia menentang cara kerja KPK yang melakukan penyadapan. Kebebasan setiap orang dipersempit dengan kewenangan KPK untuk menyadap.
"Wah, ini bahaya betul. Sekarang pimpinan KPK secara terang-benderang mengakui bahwa mereka menyadap semua orang. Dan kata mereka, ini deteksi dini dalam korupsi. ini jahat betul ini," kata dia. (ren)
Laporan: Dyanti Winda
Halaman Selanjutnya
Menurut Indriyanto selama berdiri sejak 2002 lalu, KPK telah menjalankan tugas dan wewenangnya dalam membuktikan kinerja dan profesionalitas sebagai lembaga hukum. Hal tersebut didasari atas pencapaian sejumlah kasus korupsi yang berhasil diungkap lembaga anti rasuah itu sehingga dapat membangun kepercayaan publik.