Tax Amnesty Tak Ada Kaitannya dengan Panama Papers

Ilustrasi pembayaran pajak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mempertanyakan sikap pemerintah yang seakan terburu-buru menerapkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty, pasca munculnya dokumen Panama Papers.

img_title Tak Mau Gelar Tax Amnesty Lagi, Purbaya Ogah Terus-terusan Dikibulin

Sekretaris Jenderal FITRA Yenny Sucipto menilai, penafsiran Panama Papers sama sekali tidak bersinggungan langsung dengan rencana pemerintah menerapkan kebijakan tax amnesty. Bahkan menurutnya, keinginan pemerintah mereformasi fiskal menjadi sangat sporadis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebenarnya ini agak paradoks. Tax amnesty ini sangat berbeda dengan Panama Papers,” ujar Yenny di Jakarta, Kamis 13 April 2016.

img_title Komisi II DPR Dorong Land Amnesty, Apa Itu?

Apalagi menurutnya, kebijakan tax amnesty memang tidak akan memberikan kontribusi lebih terhadap penerimaan negara meskipun mampu menarik dana yang selama ini ditempatkan di luar negeri.

Sebab, sumbangsih dari kebijakan tersebut dinilai masih rendah untuk mengejar target penerimaan. “Kontribusinya itu dikisaran Rp60 triliun-Rp80 triliun. Tidak akan ada pengaruh apapun,” tuturnya.

img_title Respons Kadin soal Usulan Tax Amnesty Jilid III pada 2025

Satu yang harus dijadikan prioritas, kata Yenny, adalah mereformasi Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP) yang jauh lebih dibutuhkan dibandingkan penerapan tax amnesty. Jika tax amnesty memang disahkan, ia justru khawatir ada oknum yang memanfaatkan kebijakan tersebut.

“Kami ingin reformasi fiskal mengedepankan kepentingan rakyat. Tax amnesty itu hanya menjadi karpet merah bagi para korporasi,” katanya.
 

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Melemah Seiring Penolakan Purbaya Gelar Kembali Tax Amnesty

Di pasar spot hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.791 per dolar AS, melemah 42 poin atau 0,25 persen dari sebelumnya di level Rp 16.749 per dollar AS.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut