Seberapa Penting Rating Investasi Bagi RI?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yasin Fadilah

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menegaskan akan menempuh berbagai cara demi meningkatkan peringkat, atau rating Indonesia menjadi layak investasi (investment grade), demi menggeliatkan kembali perekonomian dalam negeri yang sempat terpuruk akibat kondisi eksternal.

Pemerintah Pede Sektor Ini Bakal Serap 3 Juta Tenaga Kerja pada Semester II-2025

Lantas, apakah rating investment grade tersebut mampu menggairahkan kembali perekonomian Indonesia?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, peringkat Indonesia yang ditetapkan oleh Standard and Poor’s (S&P) saat ini adalah BB+ positive outlook. Jika rating Indonesia mampu ditingkatkan menjadi BBB-, atau setara dengan rating investment grade (layak investasi), tentunya hal itu bisa menjadi angin segar.

Premanisme Dinilai Jadi Hambatan Utama Daya Saing Investasi RI, Ini Buktinya

"Akan ada banyak investor yang masuk ke Indonesia, dan masuk ke instrumen keuangan yang ditawarkan. Apakah itu government bond, atau di saham," kata Bambang di Istana Negara, Selasa 10 Mei 2016.

Bambang mengatakan, peningkatan rating Indonesia dari S&P pada tahun lalu, memang imbas dari reformasi pemangkasan subsidi bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah. Keberanian para pemangku kepentingan terkait mengambil langkah itu pun diapresiasi.

Danantara Teken Perjanjian Proyek Nikel senilai Rp23 Triliun dengan GEM Limited

Namun, kali ini, S&P ingin melihat sejauh mana reformasi struktural yang sudah dilakukan pemerintah untuk para calon investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Jika para pengambil kebijakan mampu mengeluarkan kebijakan yang jitu, bukan tidak mungkin rating investment grade bisa hinggap.

"Ketika S&P sudah bilang investment grade, maka akan berkurang keraguan potensial investor untuk datang ke Indonesia. Apakah itu di sektor riil, atau keuangan," tegas Bambang. (asp)

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung

Serap 13.461 Orang Pekerja, Investasi Proyek LNG Abadi Blok Masela Capai Rp 342 Triliun

Investasi pada proyek LNG Abadi di Blok Masela tercatat mencapai sebesar US$20,94 miliar, atau sekitar Rp 342,59 triliun (asumsi kurs Rp 16.360 per dolar AS).

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2025