Eksplorasi Budaya dalam Gaun Cantik Farah Khan

Koleksi musim gugur/dingin 2016 Farah Khan
Sumber :
  • Bimo Aria/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Desainer asal Malaysia Farah Khan kembali memperkenalkan koleksi terbarunya untuk musim gugur/dingin tahun ini. Dia memadukan beberapa budaya dalam koleksi gaun cantiknya.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Cek Breaking NULL

Ferhat Nazri Aziz, Head of Marketing & Public Relation The Melium Group yang merupakan induk dari brand Farah Khan, menjelaskan bahwa ada sekitar 40 koleksi yang akan ditampilkan di seluruh gerai Farah Khan, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, inspirasi Farah dalam mendesain gaun kali ini muncul ketika mengunjungi pameran di Metropolitan Museum di New York, yang bertajuk China: Through Looking Glass. Dalam pameran tersebut ada sedikit pengaruh dari budaya China dan Barat.

img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Selanjutnya bersama dengan tim, Farah mengeksplorasi empat prinsip dasar, yakni seni visual, budaya China, pakaian tradisional, dan sulaman. Dari situ lahir gaun paduan unsur budaya China klasik dari Dinasti Ming dengan gaya modern kontemporer Barat, yang kemudian diberi nama Chinoserie 2.0.

“Jadi, kita bisa lihat beberapa pattern, dari fase Dinasti Ming dan juga beberapa ada klasik pattern in modern ways. Jadi bisa melihat beberapa pattern yang dikombinasikan denqan modern ways,” kata Ferhat saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan

Salah satu yang menjadi ciri adalah pattern geometris. Meskipun kental akan unsur China tradisional, busana ini tetap tidak ketinggalan zaman dengan tren fesyen saat ini.

Selain itu, masih dengan inspirasi yang kuat dari budaya China dan ornamen dekoratif dari koleksi pribadinya, di mana Farah memadukan warna biru dan putih untuk menciptakan gaun berjubah, high-necked, serta bell-sleeve.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ferhat, sulaman pola dalam gaun rancangan Farah merupakan buatan tangan, dan disulam satu per satu, dengan menghabiskan waktu produksi selama kurang lebih tiga minggu untuk gaun mini, dan satu bulan untuk gaun panjang. Meski demikian, semua material yang digunakan sangat nyaman, sehingga dapat dikenakan untuk momen apapun.

“Ini sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari. Karena ini stretch, jadi kita bisa bergerak secara bebas, dan nyaman,” ujar Ferhat.

Pemimpin Redaksi tvOnenews.com, Ecep S Yasa menyelesaikan Cape Town Marathon

Persisten Lama

Albert Camus, sastrawan Perancis kelahiran Aljazair pernah mengatakan, olah raga tempat terbaik untuk belajar moralitas. Saya diam diam mengamininya. Ia memberi afirmasi

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut