Publik Belanda Terpukau Ada Apa dengan Cinta 2
- KBRI Ottawa
Pujian Sineas Belanda
Sineas Belanda, Josscy Vallazza Aartsen, memuji kualitas film-film Indonesia saat ini, seperti yang ditampilkan Riri. “Kita bisa melihat pertumbuhan industri film di Indonesia sekarang ini,” kata Josscy, yang malam itu datang dalam acara pembukaan Indonesian Film Festival dan menonton “Ada Apa Dengan Cinta 2.”
Dia pun mengaku senang bisa hadir di penyelenggaraan acara ini. “Selain film-film yang diputar milik sutradara berkualitas, Utrecht juga merupakan tempat yang sangat bagus untuk penyelenggaraan acara ini,” kata Josscy.
Dia yakin, dengan makin banyaknya film-film berkualitas diputar di Belanda, maka ini akan menjadi kesempatan bagi sutradara-sutradara Indonesia untuk lebih dikenal di Belanda. “Dan Indonesia pun bisa menunjukkan bahwa mereka punya talenta-talenta bagus di dunia perfilman, seperti Nia Dinata dan Riri Riza ini,” lanjut Josscy.
![]()
(Foto: Courtesy KBRI Den Haag)
Pada malam pembukaan Indonesian Film Festival 2016, hadir sekitar 250 tamu undangan, termasuk tamu-tamu dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintah Belanda, mitra kerja KBRI, industry film serta pers Belanda. Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, mengatakan bahwa, seperti Indonesia Jazz Night beberapa waktu, Indonesian Film Festival ini juga digelar untuk memperkenalkan Indonesia kini.
“Kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa generasi sekarang di Indonesia tak hanya piawai bermain angklung atau gamelan, tapi juga pintar bermain jazz dan membuat film,” katanya.
“Lewat film-film yang diputar dalam Indonesian Film Festival ini, publik Belanda –terutama anak-anak mudanya-- bisa melihat Indonesia yang sudah memiliki wajah baru, Indonesia sekarang yang modern,” lanjut Ibnu.
Indonesian Film Festival digelar untuk memperkenalkan kultur sinema Indonesia beserta sejarahnya, pertumbuhannya, tantangan-tantangannya dan perkembangannya di Indonesia, negara yang kaya budaya. Pergelaran ini merupakan yang kedua, setelah yang pertama pada musim gugur tahun lalu, yang mengangkat film-film karya Nia Dinata.
Tahun ini, Indonesian Film Festival di Belanda mengangkat tema “Contemporary Indonesia – Cinema of Riri Riza. Sejumlah karya besar Riri dipertontonkan kepada khalayak Belanda, seperti “Ada Apa Dengan Cinta 2”, “Drupadi”, “Atambua 390C” dan “Athirah”.