LIPI: Tanam Bambu Solusi Jitu Atasi Banjir Bandang

Ilustrasi banjir bandang.
Sumber :
  • diki hidayat/GARUT

VIVA.co.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa menanam bambu lebih efektif untuk solusi jitu atasi banjir bandang, dibanding teknik betonisasi. Hal ini bisa diimplementasikan di Indonesia yang kerap dilanda banjir.

img_title Banjir Bandang Terjang OKU Selatan, Tiga Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan,  pada hakekatnya, bambu merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk memperbaiki kondisi hulu dan sempadan sungai yang saat ini telah banyak mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambu memiliki sifat perakaran yang serabut sehingga akarnya mampu menstabilkan tanah dan menanggulangi erosi.

img_title Jasad Balita Korban Banjir Bandang Nagekeo NTT Ditemukan, Ayahnya Masih Hilang

Sedangkan pembetonan di sempadan sungai, kata dia, hanya menstabilkan tanah secara kinetik dan sebenarnya tanah sempadan tetap tidak stabil. Akibatnya ketika air datang maka sempadan tidak mampu menahan erosi. 

"Di sisi lain, betonisasi juga berdampak buruk pada sumber mata air di sekitar sungai. Mata air ini akan hilang," kata Enny kepada VIVA.co.id, Selasa, 22 November 2016.

img_title BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Bandang Bali dan NTT

Enny menambahkan, penanaman bambu juga mampu mencegah agar sumber mata air tidak hilang karena tanaman ini mampu mengonservasi air. Batangnya dapat menghisap dan menampung air karena bersifat kapiler sehingga dapat dialirkan ke bawah dan menimbulkan mata air saat musim kemarau. 

Dalam jangka panjang, kelangsungan air pun dapat terjaga walau terjadi kemarau yang lama.

Elizabeth A Widjaja, selaku peneliti bambu dari Pusat Penelitian Biologi LIPI menambahkan, selain mencegah bahaya banjir dan tanah longsor, bambu juga bernilai ekonomi untuk masyarakat setempat terutama bila ada pemberdayaan industrinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tak hanya itu, bambu juga mampu menjaga kebersihan udara karena menghasilkan 30 persen oksigen lebih besar ketimbang pohon lainnya," kata Elizabeth. 

Adapun jenis bambu yang cocok ditanam di hulu dan sempadan sungai tidaklah sembarangan. Jenis-jenis ini biasanya adalah Bambusa vulgaris (bambu ampel, haur) atau Bambusa vulgaris varian striata (bambu ampel kuning, bambu kuning) untuk daerah yang terendam air hingga lima bulan. Kemudian, ada lagi Schizostachyum iraten (buluh suling, buluh tamiang), Schizostachyum silicatum (buluh suling), Schizostachyum lima (butuh toi).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut