K-Popers Indonesia Mendunia

Penggemar K-Pop Indonesia yang sukses.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

"Sebisa mungkin harus ada manfaat yang bisa didapat dari fangirling (aktivitas fans mengikuti idolanya). Apapun itu dengan siapapun itu. Kalau sudah mengidolakan sesuatu harus ada manfaatnya, apapun," tegas desainer yang ingin segera menikah dan mengurus anak tersebut mengakhiri kisahnya.

img_title 6 Fakta Menarik NCT 127 Comeback dengan Lagu Sticker

Afrizal Juansyah, Founder of Daebak Fan Cafe

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak muda ini adalah salah satu pendiri Daebak Fan Cafe, kafe berbasis fans atau komunitas Korea pertama di Indonesia. Bagi para pencinta K-Pop di Jakarta dan sekitarnya, Daebak Fan Cafe adalah kafe wajib yang harus dikunjungi.

img_title Greysia Polii Ngaku K-Popers, 3 Bulan Les Bahasa Korea Bareng Agnez Mo

Dibuka pertama kali pada Februari 2013 di Jalan Margonda Raya, Depok, popularitas Daebak Fan Cafe melejit dengan cepat di kalangan K-Popers. Menu yang disajikan adalah makanan khas Korea Selatan dengan harga yang relatif terjangkau untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Desain ruangan, nuansa, hingga nama menunya dibuat ala Korea yang membuat para pencinta K-Pop betah berlama-lama.

Founder of Daebak Fan Cafe Afrizal Juansyah

img_title 3 Cara Jadi K-pop Stan Sehat Tanpa Menguras Kantong

Daebak Fan Cafe didirikan empat orang lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, salah satunya Afrizal Juansyah yang akrab disapa Juan. Pria kelahiran 22 April 1992 ini bersama tiga kawan lainnya dahulu bercita-cita mendirikan sebuah restoran Korea yang berbeda dari biasanya. Menjadi fans K-Pop membuat Juan dan lainnya tertantang mengawinkan passion dan cita-cita.

Kepada VIVA.co.id, Juan mengisahkan perjalanannya membangun Daebak dari awal hingga saat ini.

"Dulu sih di awal enggak ada benchmark, enggak ada kompetitor. Kita benar-benar gali ide sendiri, survei pasar, sebar kuesioner nanya K-Popers kalau ada restoran Korea baru pengennya kayak apa," kenang Juan melalui sambungan telepon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun senang karena animo K-Popers saat itu langsung tinggi. Saat ini, ia pun harus menghadapi tantangan yang lebih besar, yaitu bersaing dengan retoran Korea lain yang bisa jadi pilihan variatif bagi para konsumennya. Daebak pun sempat membuka gerai kedua di Kemang namun kini harus pindah ke Kelapa Gading.

"Target awal sebenarnya pelajar dan mahasiswa. Kita sempat enggak konsisten pengen ngelebarin pasar ke keluarga dan umum dan itulah yang kita buka di Kemang. Ternyata enggak seramai dulu karena inconsistent itu. Sekarang kita kembali pada konsep awal, K-Popers community based," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut