Hal yang Perlu Diingat Generasi Y di Dunia Kerja

Ilustrasi melamar kerja.
Sumber :
  • Pixabay/ Unsplash

VIVA.co.id – Generasi Y (gen Y) atau disebut generasi millennial adalah generasi yang lahir di tahun 1980-an hingga 1994-an. Generasi ini disebut-sebut sebagai generasi yang yang gemar berpindah-pindah tempat kerja.

img_title Badai PHK di 2025 Bikin Was-was, Ini 7 Jurus agar Tetap Bertahan di Dunia Kerja

Hal ini dibenarkan oleh Faridah Lim, selaku Country Manager Jobstreet.com Indonesia. Dalam survei yang dilakukan Jobstreet pada 3.500 responden, didapati bahwa hampir 66 persen generasi Y sering berpindah-pindah tempat kerja dalam waktu kurang dari satu tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Biasanya disebabkan oleh fasilitas tidak nyaman, lingkungan tidak oke begitu pula dengan benefit dan fleksibilitas lingkungan kerja," kata Fatridah saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 15 Desember 2016.

img_title Mengenal Karier Non-linear yang Jadi Tren Dunia Kerja, Cocok untuk Anda yang Ingin Hidup Lebih Fleksibel!

Namun, perlu diingat bahwa bagi beberapa perusahaan kebiasaan 'kutu loncat' tidak dilihat sebagai suatu yang positif. Mereka akan menganggap pencari kerja tidak memiliki performa dan kualitas yang bagus.

"Biasanya perusahaan memandangnya enggak positif, tendensinya pencari kerja enggak oke, tapi kalau mereka pindah-pindah dari top company semua dan pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang high demand itu biasanya perusahaan willing untuk consider (mempertimbangkan)," ujarnya.

img_title Mengenal Tren Taskmasking di Kalangan Gen Z, Apa Dampaknya Bagi Dunia Kerja?

Faridah juga mengingatkan agar para generasi yang senang berpindah-pindah ini tidak langsung menyerah pada keadaan lingkungan tempat kerja dan berpindah dengan alasan sepele. Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau, namun setidaknya coba untuk mengambil manfaat pada pekerjaan yang tengah dijalani terlebih dahulu ketimbang memikirkan hal-hal buruk yang mengganggu kinerja Anda pada perusahaan. 

"Satu hal adalah jangan gampang menyerah, enggak nyaman dikit langsung pindah karena mindset-nya di luar itu mudah dan banyak padahal padahal belum tentu karena di luar banyak opsi tapi persaingan juga ketat dan (kandidat) yang bagus banyak," kata Faridah.

Ilustrasi gen z bekerja

Waduh! Gen Z Disebut 'Tak Layak Kerja', Minimnya Skill Ini Jadi Sorotan 

Profesor NYU, Suzy Welch menilai Gen Z “tidak layak kerja”. Perusahaan dan kampus kini melatih komunikasi, empati, hingga etika kerja agar generasi ini siap berkarier.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut