Nabilah Alsagoff

Mengawal Perusahaan yang Didominasi Pria

Founder dan COO Doku, Nabilah Alsagoff.
Sumber :
  • Dok. Pribadi

Butuh berapa lama membuat Doku menunjukkan hasil?
Doku resminya beroperasi pada 2007, namun pengembangannya butuh dua tahun sebelum itu. Transaksi di Doku mulai terlihat meningkat pada 2010-2011 karena tipikal Indonesia, ingin melihat ada yang sukses lebih dulu, baru ikutan.

img_title Perluas Bisnis, Veritrans Berubah Jadi Midtrans

Siapa yang paling butuh layanan Doku?
Doku saat ini punya 24.000 merchant yang kesemuanya e-commerce, ditambah dengan 25 institusi bank.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah banyaknya pemain payment gateway, apa strategi Anda?
Jualan terkuat kami adalah pengalaman dan kualitas layanan. Itu yang paling penting.

img_title BI Keluarkan Aturan National Payment Gateway Desember 2016

Selanjutnya, Industri fintech

Satu dekade mengembangkan Doku, bagaimana Anda melihat industri fintech di Indonesia?
Sekarang sudah sangat matang dengan banyak kategori, mulai dari lending, consumer lending, microfinance, dan sejenisnya.

img_title Shio Ini Diprediksi Banjir Rezeki dan Karier Makin Lancar, Ada Sosok yang Membantu

Apa visi Anda terkait Doku?
Kami ingin Doku menjadi perusahaan lokal yang consumer oriented. Jadi seperti Paypal atau Alipay. Walaupun kami belum bisa secanggih mereka tapi inspirasi kami ingin ke sana.

Layanan apa saja yang ditawarkan Doku?
e-Money, remittance, payment processing. Kontribusi besar masih payment processing selama 10 tahun ini, 90 persen. Remittance belum besar karena lisensi kami dapat di 2016. e-Money sudah lama tapi butuh waktu untuk develop platform. Sudah lebih dari 500.000 download aplikasi Doku.

Bagaimana dengan pencapaian kinerja layanan itu?
Payment processing kami growth-nya sampai 30 persen year on year. e-Wallet, growth-nya eksponensial. Sedangkan remittance growth-nya masih kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Anda, butuh berapa tahun agar Indonesia bisa menuju less cash society?
Selama masih diberi kesempatan untuk menggunakan cash, khususnya yang denominasinya kecil, recehan, sulit untuk menuju less cash society. Segmen A dan B (kelas atas) bisa, tapi C dan D (kelas low) sulit. Padahal dua segmen bawah itu yang butuh sebenarnya, mereka yang unbankable (tak tersentuh bank). Sepertinya masih lama menuju less cash society, mungkin lima tahun lagi.

Apa resep Anda agar wanita bisa bertahan di industri yang didominasi laki-laki?
Intinya adalah menjadi lembut sekaligus tegas, memberikan arahan yang jelas tentang apa yang kita inginkan. Yang terpenting, saya tidak pernah menganggap gender sebagai sebuah masalah. (art)

Ilustrasi QRIS.

Mendorong Masa Depan Agentic Commerce: DOKU MCP Server dan Protokol Agent Payments dari Google

DOKU dikenal melalui layanan payment gateway yang komprehensif dengan berbagai solusi penerimaan pembayaran seperti DOKU Checkout, DOKU Digital Catalog, dan lain-lain.

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut