Industri Migas RI Harus Ada 'Wasitnya'
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
VIVA.co.id – Industri hilir minyak dan gas bumi di Indonesia, merupakan salah satu bisnis yang menjadi perhatian pemerintah hingga kini. Berbagai kebijakan dan aturan terus dikembangkan pemerintah, untuk memastikan iklim usaha di sektor ini terus berjalan dengan baik.Â
Untuk mengawasi bisnis sektor ini, pemerintah memiliki Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Lembaga negara yang bertanggung jawab secara penuh langsung kepada Presiden ini, bertugas mengawasi penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi, serta kegiatan usaha hilir di sektor tersebut.Â
Tahun ini, BPH Migas memiliki nahkoda baru. Adalah M. Fanshurullah Asa, kepala BPH Migas baru yang terpilih melalui proses musyawarah di Komisi VII, menggantikan Andy Noorsaman Sommeng hingga 2022 mendatang.Â
Sosok Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, tidak lah asing baik di industri migas maupun di lingkungan BPH Migas. Terlebih lagi, dia tercatat pernah menjadi Anggota Komite BPH Migas periode 2011-2016.Â
Mantan anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi PAN ini mendapatkan gelar doktornya di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia pada 2009. Ifan pun tercatat di beberapa universitas sebagai dosen.
Selain itu, pria kelahiran 20 Mei 1969 di Palembang itu juga menjadi peserta terbaik (Medali Seroja) di Program Pendidikan Reguler Angkatan 44 (PPRA XLIV) 2010, Lemhanas RI.Â
Dengan dasar pendidikan dan pengalaman yang dimiliki Ifan, diharapkan fungsi dan peran BPH Migas, khususnya untuk menjaga dan mengembangkan iklim bisnis industri ini. Dia pun diharapkan, dapat menelurkan berbagai inovasi dan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di industri hilir migas.
Jurnalis VIVA.co.id Fikri Halim, di ruang kerja dan dalam berbagai kesempatan, berbincang dengan Ifan mengenai berbagai hal khususnya terkait strateginya memaksimalkan peran BPH Migas di industri hilir migas. Berikut, petikan wawancaranya:
Bagaimana Anda bisa dipilih menjadi kepala BPH Migas? Â
Memang bahwa masa lalu saya pernah menjadi anggota dewan, itu menunjukkan bahwa saya memiliki hubungan baik dengan kawan-kawan di legislatif dan itu membangun energi positif. Makanya itu, mungkin menjadi pertimbangan kawan-kawan saya bisa aklamasi (Dipilih jadi kepala BPH Migas), kan dari sisi ini saya juga berkomunikasi dengan baik.Â