Perusahaan Indonesia Jangan Takut Perubahan
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Setelah reasoning, cognitive computing itu belajar. Jadi maksudnya sistem belajar itu bukan sekadar yang sekarang kan diprogram. Contoh apapun yang sekarang yang otomatisasi, itu masih programable computing. Jadi beda dengan sistem belajar dan yang terprogram.
Contoh yang terprogram, kemacetan jalan, itu kan bisa dilihat model matematikanya, dilihat sisi sensor berapa banyak mobil masuk dan keluar, lampu merahnya bisa diatur dulu. Model matematisnya dibikin dulu.Â
Sama sesederhananya dengan tol gate, tol otomatis. Sensor dipasang, kemudian ada objek, maka dibuka pintu. Objek pergi sekian detik, pintu ditutup, itu kan sudah diprogram.Â
Nah tapi yang sistem yang belajar itu enggak harus diprogram, karena caranya untuk mengenali objeknya itu bagaimana. Bisa dikenali enggak objeknya, mana yang harus dibukain dan yang enggak boleh dibukain pintunya. Di mana caranya untuk sistem belajar.Â
Contoh pintu otomatis, kalau orang dewasa dan bayi merangkak dibuka enggak. Kalau terkena sensor dibukakan kan. Terus kalau dalam stroller yang meluncur sendirian enggak ada orangnya mau lewat pintu, itu dibukakan enggak. Meluncur sendirian terbuka enggak?. Mesin yang belajar harusnya bisa identifikasi objek, mengerti dan memilih apa yang harus dilakukan. Karena enggak ada dalam programnya, gimana bikin programnya, mengidentifikasi hal seperti itu.Â
(Mesin terprogram) mau identifikasi bayinya berupa apa, gambar? Berapa juta gambar yang di-upload, kalau pakai programming computing.Â
Nah dalam cognitive computing, itu sistemnya belajar, yang penting kasih gambar bayi saja, itu akan beraksi, begitu ada objek bayi. Baik bayinya di stroller, merangkak. karena enggak perlu diprogram dulu. Karena sistem begitu melihat itu ada bentuk bayi, dia mengerti konteksnya adalah bahaya, dia akan bahaya kalau kasih keluar. Itu yang harus dilakukan,Â
Dan ini yang dipelajari untuk security. Karena security melihat identifikasi gerak gerik orang. Kalau cuma bergerak kan semua orang bergerak. Yang bisa melihat video merekam, betul saat ini CCTV yang pintar bisa lihat pada sekian frame ada berapa orang di dalam situ, analitik sekarang bisa lihat.Â