Ketatnya Memasuki Ruang Polisi Internet Indonesia

Ruang Pengambil Keputusan di Security Operations Center Kominfo.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lazuardhi Utama

Dengan AIS, ia melanjutkan maka secara waktu dan volume akan lebih cepat menangani konten negatif. Sebelum secara resmi diserahterimakan, Teguh melanjutkan, AIS telah diuji coba.

img_title Kelemahan Mesin Sensor Internet Rp200 Miliar Incaran Kominfo

Hasilnya, kecepatan untuk mencari situs-situs porno dan judi jauh lebih cepat dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan, selama tiga hari (Selasa-Kamis, 26-28 Desember 2017) AIS mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno, yang seluruhnya dari Indonesia.

img_title Mesin Sensor Internet Idealnya Cuma Rp20 Miliar

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di Security Operations Center.

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, di Ruang Security Operations Center (SOC Room)
img_title Mesin Sensor Internet Kominfo Bukan untuk Memata-matai

Februari 100 persen

"Dari 1,2 juta situs hasil yang 'di-crawling', bayangkan dalam beberapa tahun ini kami baru menapis 700 ribu lebih situs porno," jelasnya.

Berdasarkan uji coba dalam tiga hari itu, 120 ribu situs tersebut menjadi terduga situs porno yang nantinya akan diverifikasi lebih lanjut untuk kemudian dipastikan untuk diblokir.

Begitu pula dengan akun-akun yang menyebarkan konten-konten negatif di dunia siber. Sammy, sapaan akrab Semuel, AIS juga dapat digunakan oleh instansi-instansi lainnya yang membutuhkan penanganan konten negatif.

Instansi yang dimaksud antara lain Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mencari konten teroris, Kementerian Pertahanan menelusuri media sosial radikalisme, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk konten investasi bodong.

Lalu, BPOM mencari obat-obat yang tidak berizin serta BNN menelusuri asal-usul penjualan narkoba melalui internet. "Jadi bukan hanya Kominfo tapi bisa dikoordinasikan kementerian dan lembaga terkait," ujar Sammy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai kesiapan, dalam sebulan ini, Kominfo terus melakukan pelatihan-pelatihan bagi sumber daya manusia untuk pengoperasian 'polisi' internet Indonesia tersebut. "Bulan Februari 2018 sudah 100 persen jalan," tegasnya.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah bekerja sama dengan berbagai akun media sosial utama seperti Google, Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, Telegram, BlackBerry Mesengger dan Bigo, dalam upaya penanganan terhadap konten negatif.

Jumlah situs-situs yang di-crawling di Security Operations Center Kominfo.

Konten Radikalisme Menurun, Kominfo Terus Patroli

Ada 4 ribuan konten radikalisme telah dibersihkan dari internet.

img_title
VIVA.co.id
1 Juni 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut