Kuwait dan Saudi Alami Cuaca Terpanas, 52 hingga 55 Derajat Celcius

Ilustrasi cuaca panas.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Kuwait dan Arab Saudi mengalami suhu terpanas yang pernah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan suhu di wilayah Mitribach di Kuwait dilaporkan menyentuh angka hingga 54,3 derajat Celcius.

img_title Geothermal Soccer Championship 2025: Turnamen Sepak Bola Perdana Industri Panas Bumi Indonesia

Disebutkan, suhu udara paling panas terjadi pada Selasa pekan lalu sebagaimana data dari El Dorado. Empat wilayah lainnya di Kuwait juga menjadi daerah paling panas termasuk Sulaibiya dengan 50,9 derajat Celcius, Jahra 50 derajat Celcius, Abdaly 49,6 derajat Celcius dan di wilayah Kuwait International Airport 49,5 derajat Celcius dikutip dari Gulf Business.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu orang dilaporkan tewas di Kuwait pada pekan lalu lantaran hawa dan gelombang panas yang ekstrem tersebut. Paramedis dan ambulans sempat memberikan pertolongan namun orang tersebut sudah tewas. Hasil forensik menunjukkan bahwa panas yang ekstrem merupakan penyebab kematiannya, dikutip dari Al Rai Daily.

img_title Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Ungkap 3 Strategi Atasi Biaya Pengembangan yang Mahal

Sementara di Saudi, terjadi panas hingga 55 derajat Celcius di Al Majmaah pada saat siang hari.

Gelombang panas diprediksi masih akan terjadi walau tak reguler setiap hari sepanjang musim panas ini paling tidak hingga 21 Juni 2019 mendatang. Gelombang panas juga terjadi di Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab.

img_title Kembangkan Energi Panas Bumi, RI Butuh Rp 81,6 Miliar Per Megawatt
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM.

Percepat Pengembangan Panas Bumi demi Tarik Investor, Bahlil Kebut Deregulasi

Bahlil menegaskan, reformasi regulasi bakal memberikan kepastian bagi para investor dan pelaku usaha panas bumi di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut