Trump Sapu Bersih Kemenangan di 30 Negara Bagian AS

Capres AS Donald Trump
Sumber :
  • Tangkapan layar

Washington, VIVA – Calon Presiden Partai Republik Donald Trump memenangi Pemilu Presiden AS. Trump berhasil melampaui ambang batas 270 suara elektoral untuk mendapat kursi presiden.

Trump Ingin Ubah Nama Pentagon Jadi Departemen Perang

Melansir dari laporan Fox News, Rabu, 6 Novenber 2024, Trump diketahui menyapu bersih 30 negara bagian di AS, pada Pemilu, 5 November 2024.

Dari 30 negara bagian tersebut, Trump memenangi Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Lowa, Idaho, Indiana, Kansas, Kentucky, Louisiana, Maine, Missouri, Mississippi, Montana, North Carolina, North Dakota, Nebraska (At Large), Nebraska (Distrik 1), Nebraska (Distrik 3).

Bursa Asia Anjlok Imbas Trump Ancam Tarif 200 Persen ke Tiongkok hingga Pecat Bos The Fed

Selain itu, ada Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, South Carolina, South Dakota, Tennessee, Texas, Utah, Wisconsin, West Virginia, Wyoming.

Kemenangan Trump ditentukan lewat kemenangan di negara bagian Wisconsin dan Pennsylvania. Jumlah suara elektoral Trump mencapai 277. Sementara, rivalnya Kamala Harris mendapat 266.

Marc Marquez Ungkap Tantangan Unik di MotoGP 2025, Siap Jika Tak Selalu Tercepat

Debat capres AS antara Donald Trump dengan Kamala Haris

Photo :
  • AP Photo

Trump berhasil menang di empat swing state atau negara bagian kunci. Sedangkan, Kamala belum memenangkan satu pun swing state.

Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kemenangannya di hadapan pendukungnya di Florida.

Sebelumnya, Trump menyampaikan pidato kemenangan Partai Republik yang menang sehingga menguasai kursi Senat. Tak hanya merayakan kemenangannya dalam duduki kursi Presiden, ia juga bergembira atas kemenangan partainya yang mengusai Senat

"Amerika telah memberi kita mandat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kuat. Kita telah mengambil kembali kendali Senat. Wow, itu bagus," kata Trump kepada pendukungnya, dikutip dari CNN Internasional, Rabu, 6 November 2024.

Presiden AS Donald Trump di Washington DC

Trump Ancam Kenakan Tarif Tambahan Negara yang Pungut Pajak Digital

Menurut Trump, negara-negara yang memungut pajak digital merugikan perusahaan teknologi Amerika Serikat. 

img_title
VIVA.co.id
26 Agustus 2025