Trump Konfirmasi Bom Seberat 2.000 Pon Pesanan Israel sedang Dikirim ke Tel Aviv

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Sumber :
  • US Air Forces/Staff Sgt. Sergio A. Gamboa

Istanbul, VIVA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan, pada Sabtu, 25 Januari 2025, bahwa banyak hal yang telah dipesan dan dibayar oleh Israel, tetapi belum dikirim oleh Biden, yang sekarang sedang dalam perjalanan.

Jurnalis Valerie Zink Curhat Mundur dari Reuters, Tuding Medianya Propagandis Israel

Hal tersebut termasuk pengiriman 1.800 bom MK-84 seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) yang sebelumnya tertunda selama berbulan-bulan.

Pernyataan Trump di media sosial Truth Social muncul setelah keputusan Pentagon untuk mencabut penangguhan pengiriman amunisi yang diberlakukan pada Mei lalu oleh pemerintahan Biden.

18.489 Pelajar dan Ratusan Guru Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

VIVA Militer: Sistem rudal permukaan-ke-udara MIM-104 Patriot militer Israel

Photo :
  • al-monitor.com

Situs web Amerika Serikat, Axios melaporkan bahwa penundaan tersebut dicabut setelah pejabat Israel diberitahu oleh Pentagon pada hari Jumat.

Trump Ancam Kenakan Tarif Tambahan Negara yang Pungut Pajak Digital

Bom seberat 2.000 pon itu sebelumnya disimpan di AS dan diperkirakan akan dikirimkan dalam beberapa hari mendatang.

Penundaan, yang diberlakukan oleh Biden sebagai bentuk protes terhadap aksi militer Israel di kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, telah memicu salah satu krisis paling signifikan dalam hubungan AS-Israel selama serangan Israel terhadap wilayah tersebut.

Kepala Otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, memanfaatkan penundaan tersebut sebagai alat politik dengan menggalang dukungan dari anggota parlemen Republik AS yang mengkritik sikap Biden, meskipun penundaan itu diberlakukan karena kekhawatiran terhadap potensi korban sipil di Gaza. (ant)

Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Gus Yahya Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz Jadi Narasumber

Peter Berkowitz diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2025