Berebut Suara Gen Z

Ilustrasi Gen Z.
Sumber :
  • Freepik.com

Jakarta, VIVAUni Eropa (UE) berusaha menjangkau generasi muda, terutama Gen Z, tapi masih menjadi pertanyaan apakah upaya ini akan berhasil.

img_title Harpropnas Fest 2026, BTN Permudah Milenial hingga Gen Z Cari Hunian hingga Ajukan KPR

Bagi Aisling Giltinane (18) dari Irlandia, cyberbullying atau perundungan online merupakan masalah yang sangat personal karena ia mengalaminya saat masih muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia langsung menyambut kesempatan untuk bergabung dengan kelompok kecil kaum muda Eropa yang datang ke markas Komisi UE di Brussels, Belgia, untuk bertemu dengan Komisaris Glenn Micallef pada September 2025, dan membahas masalah ini.

img_title Profesi yang Dulu Dianggap Membosankan Kini Diburu Gen Z, Gajinya Menggiurkan!

"Saya ingin membuat perbedaan. Saya ingin menunjukkan apa yang bisa kami lakukan agar anak-anak lain tidak harus mengalami hal yang sama," jelas dia, seperti dikutip dari situs DW, Selasa, 14 Oktober 2025.

Para peserta, beberapa masih di sekolah menengah, lainnya sudah bekerja, mendapat kesempatan untuk menyampaikan ide mereka sendiri.

img_title Status Belum Layak KPR Jadi Kendala Pelaku UMKM dan Gen Z Punya Rumah, Simak Strateginya

Ide-ide tersebut termasuk mempermudah pelaporan cyberbullying, meningkatkan edukasi tentang topik ini, serta melibatkan guru dan orangtua lebih banyak.

Komisi UE ingin mempresentasikan 'Rencana Aksi Komprehensif UE tentang Cyberbullying' tahun depan, dan diskusi ini akan menjadi bagian dari rencana tersebut.

Namun, bagi banyak peserta, pertemuan ini lebih dari sekadar membahas cyberbullying.

“Bagi saya, ini terutama tentang kesempatan untuk menyuarakan tidak hanya kekhawatiran saya, tetapi juga ide-ide saya,” kata George Vella (18) asal Malta.

Dengan berbicara langsung kepada politisi, ia mengatakan bahwa kekhawatirannya lebih mungkin diperhatikan dibanding jika hanya disampaikan di media sosial atau ke teman-teman.

Senada, Giltinane mengaku jika dirinya mendapat pertukaran pandangan yang positif dengan Micallef, yang bertanggung jawab atas Keadilan Internasional, Pemuda, Budaya, dan Olahraga.

“Kami bisa menyampaikan apa yang kami inginkan, dan dia benar-benar memperhatikan hal itu,” tegasnya.

Berbeda dengan kelompok kecil yang berkunjung ke Brussels, tidak semua kaum muda di Uni Eropa menaruh kepercayaan ke UE atau struktur demokrasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei baru oleh Yayasan TUI Jerman menemukan bahwa 40 persen peserta setuju dengan pernyataan bahwa cara kerja UE tidak terlalu demokratis.

Sementara 51 persen mengatakan UE adalah ide yang baik tetapi implementasinya buruk. Sedangkan, 53 persen percaya bahwa UE terlalu fokus pada hal-hal sepele.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut