AS Bantah Masih Sadap Prancis
Kamis, 25 Juni 2015 - 11:37 WIB
Sumber :
- REUTERS/Christian Hartmann
Baca Juga
Sementara itu, selain menjanjikan hal serupa kepada Hollande, kedua pemimpin juga fokus untuk membahas prinsip yang seharusnya dimiliki oleh pemerintah yang menjadi sekutu. Khususnya dalam isu intelijen.Â
Dokumen yang dibocorkan oleh Wikileaks diberi judul "Penyadapan Elysee" - yang merujuk kepada Istana kediaman Presiden Prancis. Dalam dokumen yang sengaja dibocorkan itu, disebut NSA telah memantau komunikasi tiga Presiden Prancis.Â
Bocoran dokumen Wikileaks kini telah dipublikasikan di harian Prancis, Liberation dan situs investigasi di dunia maya.Â
Dari sekian banyak data yang diungkap antara lain menyangkut pembahasan Hollande di tahun 2012 lalu terkait kemungkinan Yunani akan keluar dari grup Uni Eripa.
Kemudian, di tahun 2011, mengenai keputusan Sarkozy yang tetap bersikeras menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Israel dengan Palestina. Saat itu, kemungkinan pembicaraan damai itu tak akan melibatkan AS.Â
Kemudian di tahun 2010, pejabat berwenang Prancis diduga telah mengetahui mereka disadap oleh Negeri Paman Sam. Prancis kemudian berniat untuk mengajukan protes.Â
Dari rangkuman komunikasi yang berhasil disadap, diketahui Dubes Prancis untuk AS dan penasihat diplomatik Sarkozy berencana menyampaikan rasa kekecewaan mereka. Sebab Negeri Paman Sam tidak juga bersedia untuk meneken kerja sama bilateral di bidang intelijen.Â
"Intinya, AS tetap masih berkeinginan untuk menyadap Prancis" tulis rangkuman di dokumen itu.Â
Tidak diketahui dengan jelas apakah data-data itu diperoleh dari dokumen milik mantan agen NSA, Edward Snowden. (ase)
AS Sadap Tiga Presiden Prancis
Bocoran terbaru WikiLeaks kembali ungkap kegiatan mata-mata AS.
VIVA.co.id
24 Juni 2015