Nasib Malang Buruh Anak di India
- REUTERS/Adnan Abidi
"Kami tak yaki,n ia bisa mendapatkan keadilan atas kakinya. Karena kejahatan tersebut terjadi di negara bagian yang berbeda, dan tak ada yurisdiksi," kata A.Kathir dari LSM Evidence, yang mendaftarkan kasus tersebut ke Kepolisian Madurai.
"Banyak anak-anak dari wilayah ini yang dipekerjakan untuk bekerja di toko permen. Bagi penduduk di sini, bekerja di toko permen sangat terkenal," katanya menambahkan.
"Kasus penganiayaan pada mereka mulai terkuak, setelah sejumlah anak melarikan diri pada tahun 2011. Sejak itu, bertambah banyak mereka yang kabur dan diselamatkan oleh polisi Tamil Nadu," ujarnya.
Kebanyakan anak-anak itu tak tamat sekolah dasar. Marimuthu mengaku masih ingin menamatkan sekolahnya, namun ibunya sudah meninggal dunia bulan lalu. Ayahnya adalah seorang pecandu alkohol dan masih ada dua adiknya yang bersekolah.
"Jadi, mungkin saya akan kembali bekerja," katanya. "Saya akan bekerja lagi, setelah keluar dari rumah sakit." (asp)