Trump Dikelilingi Jenderal Tua 'Gila Perang'

Personel Militer Amerika Serikat.
Sumber :
  • REUTERS.com

VIVA.co.id – Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald John Trump, akan segera dilantik pada Jumat sore, 20 Januari 2017 di Gedung Capitol, Washington DC.

img_title Donald Trump dan Kedua Anaknya Akan Diperiksa Terkait Penipuan

Kabinet pemerintahan baru AS di bawah Trump hampir 100 persen terbentuk. Seperti diketahui, mereka berasal dari jantung konservatisme Partai Republik yang beraliran hawkish (radikal, keras dan gila perang).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Begitu pula departemen dan posisi yang berkaitan sektor pertahanan, keamanan, dan intelijen. Terlebih, Trump seperti ingin memulai genderang konflik dengan China dan Iran, selain skandal peretasan pemilihan Presiden AS yang menyeret Rusia.

img_title Donald Trump Ambil Surat Cinta Kim Jong Un dari Gedung Putih

Berdasarkan data yang dikelola VIVA.co.id, Selasa, 17 Januari 2017, berikut tokoh-tokoh militer yang mengisi jabatan, baik departemen maupun nondepartemen strategis, di bawah taipan properti New York itu.

Menteri Pertahanan, James Norman Mattis

img_title 5 Fakta Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani, Iran Akan Balas Dendam?

Selama 44 tahun berkarir di dunia militer, Mattis (66) membangun reputasi yang dijuluki 'anjing gila' (mad dog) dan 'pendekar rahib'. Pensiunan Korps Marinir (US Marines) berpangkat jenderal penuh ini dikenal memiliki pandangan yang kritis.

Bahkan, Trump membandingkan Mattis dengan George Patton - Kepala Staf Angkatan Darat AS semasa Perang Dunia II. "Dia adalah sosok jenderal sejati," kata Trump, seperti dikutip situs BBC.

Dijuluki anjing gila, lantaran pengkritik keras kebijakan Timur Tengah di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, khususnya terhadap Iran.

Ia bahkan menyebut Iran sebagai 'ancaman tunggal paling abadi bagi stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah'.

Selain itu, Mattis pernah memimpin batalion tempur selama Perang Teluk I pada 1991 serta memimpin unit tempur khusus di wilayah selatan Afghanistan pada 2001.

Belum cukup. Mattis juga ambil bagian dalam invasi AS ke Irak dua tahun setelah Afghanistan, dan memainkan peran kunci dalam pertempuran di Fallujah pada 2004.

Situs The Washington Post, menyebut Mattis pernah menghancurkan sistem pertahanan udara Libya saat negeri itu dipimpin rezim Moammar Ghadafi. "Ini akan menjadi operasi militer," kata Mattis, singkat.

Pasukan Garda Revolusi Iran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasukan Garda Revolusi Iran.

Selain dikenal memiliki segudang prestasi di militer, dalam sebuah panel diskusi di San Diego pada 2005, Mattis pernah membuat pernyataan sensitif tentang perasaannya terhadap pengalaman bertempurnya selama dia berkarir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut