Ratusan Rumah Terendam Banjir di Ciledug Mulai Surut

Banjir di Ciledug Tangerang
Sumber :
  • VIVAnews/Sherly

VIVA – Sebanyak 746 rumah warga yang berada di Kelurahan Tajur, Ciledug, Kota Tangerang terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Tidak hanya Kelurahan Tajur saja, kawasan Ciledug Indah 1 dan 2 yang berada di Kecamatan Karang Tengah, Tangerang turut terendam banjir.

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan Bertambah Jadi 670 Orang

Banjir yang melanda wilayah itu disebabkan, kiriman air dari Bogor, Jawa Barat yang membuat air di Kali Angke dan Sungai Cisadane meluap.

Petugas BPBD Tangerang, Dadang Ilham mengatakan, banjir yang merendam rumah-rumah tersebut saat ini sudah mulai surut meski tidak signifikan.

Alaska Hadapi Potensi Banjir Akibat Gletser, 30 Ribu Warga Mengungsi

"Pagi tadi ketinggian hampir dua meter di titik itu, tapi saat ini sudah mulai surut secara perlahan, seperti di Tajur itu tinggal 60 sampai 70 sentimeter, kemudian Ciledug Indah juga sama, meski memang masih terbilang cukup tinggi. Adanya hal ini, kami harap air tidak kembali naik, sehingga masyarakat dapat segera kembali ke rumahnya," katanya, Rabu, 1 Januari 2020.

Hingga kini, masyarakat yang terdampak banjir masih mengungsi di tenda darurat yang didirikan baik dari BPBD, PMI, TNI ataupun instansi lainnya. Sejumlah bantuan pun, baik itu pakaian, selimut, makanan minuman serta kebutuhan bayi pun juga diberikan.

Resmi jadi Sister City, Jakarta-Kuala Lumpur Kerja Sama Atasi Banjir hingga Sampah

"Kami bekerja sama untuk memberikan bantuan pada masyarakat. Kami juga siagakan sekitar dua sampai tiga perahu evakuasi berukuran besar di setiap titik untuk membantu mengevakuasi warga bila ingin ke pengungsian, karena masih ada beberapa yang tetap ingin dirumahnya," ujarnya.

Pihaknya bersama petugas TNI-Polri pun terus bersiaga karena dikhawatirkan air kembali naik. Selain itu, petugas juga melakukan patroli dilokasi banjir.

Banjir besar. (Foto ilustrasi).

Banjir di Niger Tewaskan 47 Orang, 56 Ribu Mengungsi

Bencana itu telah berdampak pada 7.754 keluarga di 339 kawasan permukiman dan desa.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025