Dini Hari, Jakarta Utara Diterjang Banjir Rob Hampir 1 Meter

Banjir Rob di Jakarta Utara
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Banjir rob atau luapan dari air laut pasang terjadi di wilayah Jakarta Utara, pada Jumat dini hari 5 Juni 2020. Akibatnya, sebagian wilayah tergenang air yang meluap ke daratan. Bahkan ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa.

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan Bertambah Jadi 670 Orang

Dari sebuah video yang beredar, banjir rob terjadi di wilayah Lodan Dalam Jakarta Utara. Informasi yang dihimpun, banjir mulai naik dan menggenangi wilayah tersebut sekitar pukul 01:30 WIB.

Salah seorang warga, Andi (32), mengatakan air rob mulai menggenangi kediamannya dan beberapa tempat lainnya, serta juga jalan yang ada di Lodan Dalam.

Alaska Hadapi Potensi Banjir Akibat Gletser, 30 Ribu Warga Mengungsi

"Sudah sampai jalanan juga sampai sepinggang ini airnya, di dalam rumah saya sampai sedada," ujar Andi.

Sementara itu Lurah Pluit Jakarta Utara, Rosiwan membenarkan wilayahnya terendam akibat rob tersebut. Ketinggian air setinggi hampir satu meter. Rusiwan bahkan menjelaskan air sudah tiba di daratan Jakarta Utara sejak kamis malam sekitar pukul 20:00 WIB.

Resmi jadi Sister City, Jakarta-Kuala Lumpur Kerja Sama Atasi Banjir hingga Sampah

"Pemukiman Lodan Dalam, dan Ancol Barat, sudah terendam sejak pukuk 20:00 WIB malam tadi," ujar Rosiwan.

Air rob yang masuk, menurutnya naik perlahan-lahan ke pemukiman warga. Hingga puncaknya hampir mencapai satu meter. "Awalnya hanya selutut, tengah malam sudah sepinggang," jelasnya

Banjir Rob juga di ketahui menggenangi beberapa lokasi lainnya seperti Pelabuhan Kaliadem dan Muara Angke Jakarta Utara, air masuk kedalam pemukiman warga hingga mencapai lutut orang dewasa.

Adi (31) warga Jakarta Utara lainnya menjelaskan banjir sudah terjadi dalam dua hari terakhir. "Tiap malam air mulai naik, sampai sepinggang, kemudian menjelang pagi baru surut," katanya.

Banjir besar. (Foto ilustrasi).

Banjir di Niger Tewaskan 47 Orang, 56 Ribu Mengungsi

Bencana itu telah berdampak pada 7.754 keluarga di 339 kawasan permukiman dan desa.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025