Usai Banjir, 8 Titik Drainase Jalan di Tangerang Akan Diperbaiki

Ilustrasi banjir
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Usai banjir yang merendam wilayah Kabupaten Tangerang, membuat pemerintah setempat melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melakukan perbaikan drainase.

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan Bertambah Jadi 670 Orang

Perbaikan ini bakal dilakukan di delapan titik ruas jalan Kabupaten Tangerang di antaranya drainase Kutabaru, Jalan Sindang Jaya, Jalan Rajeg Rajawali, Kutajaya-Kutabumi, Gardu-Tanah Merah, Jayanti-Megu-Cisoka, dan Sukabakti-Binong-Curug.

"Insya Allah mulai Juli 2022 setelah proses lelang selesai, pelaksanaan perbaikan drainase bisa langsung berjalan di 8 titik lokasi, yang tersebar di ruas jalan Kabupaten Tangerang," kata Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah Effendi, Kamis, 12 Mei 2022.

Alaska Hadapi Potensi Banjir Akibat Gletser, 30 Ribu Warga Mengungsi

Ilustrasi Banjir.

Photo :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat

Lanjut dia, perbaikan ini dilakukan setelah terjadi pendangkalan pada saluran drainase akibat sedimentasi di 8 titik tersebut. Karena itu harus dilakukan normalisasi dan pelebaran drainase sehingga air bisa mengalir lebih lancar.

Resmi jadi Sister City, Jakarta-Kuala Lumpur Kerja Sama Atasi Banjir hingga Sampah

"Perbaikan melalui normalisasi dan pelebaran drainase dilakukan agar mengurangi genangan dan potensi banjir, bahkan menjadi kebutuhan penting untuk merawat jalan agar tidak mudah rusak. Sebab, jika terlalu sering digenangi air, aspal akan mudah mengelupas," ujarnya.

Ia juga meminta, agar masyarakat bersabar dalam langkah pemerintah untuk bisa mengatasi drainase yang kerap tersumbat dan menimbulkan banjir.

"Kami (DBMSDA) juga akan terus mengupayakan solusi terbaik dalam melakukan percepatan penanganan drainase, diharapkan masyarakat dapat bersabar karena penanganan yang kami lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Banjir besar. (Foto ilustrasi).

Banjir di Niger Tewaskan 47 Orang, 56 Ribu Mengungsi

Bencana itu telah berdampak pada 7.754 keluarga di 339 kawasan permukiman dan desa.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025